Beijing serukan Paus menjauh dari urusan internal China
Senin, 18 Februari 2013 - 20:22 WIB
Beijing serukan Paus menjauh dari urusan internal China
A
A
A
Sindonews.com – Beijing menyerukan pada sosok yang akan menjadi pengganti Paus Benediktus XVI untuk tidak ikut campur tangan dalam urusan internal China. Penegasan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, Senin (18/2/2013).
“Vatikan tidak boleh ikut campur dalam urusan internal China," tegas Lei, seperti dikutip dari Global Post. Ungkapan ini menggambarkan tetap munculnya ketegangan abadi antara Vatikan dengan China, setelah pengunduran diri mendadak Paus Benediktus XVI, awal pekan lalu.
“Kami berharap Paus berikutnya akan menciptakan kondisi untuk peningkatan hubungan bilateral dengan China,” jelas Lei. Namun, ia tetap mengindikasikan, bahwa Beijing tidak akan membiarkan mencairnya hubungan tanpa adanya konsesi dari Vatikan.
Saat ini, China tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Vatikan. China memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada 1951. China juga tidak mengakui otoritas tertinggi dari Paus. Umat Katolik China, yang diperkirakan berjumlah antara tiga hingga enam juta, saat ini beribadah di gereja-gereja bawah tanah.
Selain meminta Paus menjauh dari urusan internal China, Lei juga menyerukan kepada Vatikan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.
“Vatikan tidak boleh ikut campur dalam urusan internal China," tegas Lei, seperti dikutip dari Global Post. Ungkapan ini menggambarkan tetap munculnya ketegangan abadi antara Vatikan dengan China, setelah pengunduran diri mendadak Paus Benediktus XVI, awal pekan lalu.
“Kami berharap Paus berikutnya akan menciptakan kondisi untuk peningkatan hubungan bilateral dengan China,” jelas Lei. Namun, ia tetap mengindikasikan, bahwa Beijing tidak akan membiarkan mencairnya hubungan tanpa adanya konsesi dari Vatikan.
Saat ini, China tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Vatikan. China memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada 1951. China juga tidak mengakui otoritas tertinggi dari Paus. Umat Katolik China, yang diperkirakan berjumlah antara tiga hingga enam juta, saat ini beribadah di gereja-gereja bawah tanah.
Selain meminta Paus menjauh dari urusan internal China, Lei juga menyerukan kepada Vatikan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.
(esn)