Sayap al-Qaeda Irak klaim lancarkan serangkaian serangan bom
Senin, 18 Februari 2013 - 19:29 WIB
Sayap al-Qaeda Irak klaim lancarkan serangkaian serangan bom
A
A
A
Sindonews.com - Sayap al-Qaeda di Irak mengaklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom yang menewaskan 28 orang di dua distrik di Ibu Kota Baghdad, Irak, Minggu (17/2/2013). Mereka mengatakan, aksi yang mereka lancarkan merupakan serangan balasan atas penindasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kelompok Sunni.
"Kami sampaikan kepada kelompok muslim Sunni di Baghdad dan di mana saja mereka berada, bahwa situasi di mana Anda berada hari ini persis seperti saat kelompok mujahidin memperingatkan Anda tahun lalu. Saat Anda berada dalam sebuah terowongan yang gelap," sebut pernyataan sayap al-Qaeda di Irak dalam situsnya, seperti dilansir Reuters.
Tercatat delapan bom mobil meledak di pemukiman Syiah. Satu serangan bom mobil terjadi di Distrik Qaiyara, ledakan bom tersebut menghancurkan sejumlah etalase toko milik pedagang. Sementara tujuh ledakan lainya yang terjadi di Distrik Karrada, menghancurkan sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi ledakan. Akibat dua ledakan bom mobil tersebut, dilaporkan 28 warga Irak tewas.
Sayap al-Qaeda di Irak dan kelompok Sunni menentang sikap Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki atas sikap diskriminatifnya terhadap kelompok Sunni.
Seperti diketahui, selama tiga pekan sejak awal 2013, puluhan ribu kaum Sunni Irak turun ke jalan dan melakukan aksi blokir terhadap jalan raya yang menghubungkan Irak dengan sejumlah negara tetangga. Al-Maliki sendiri mengaku sudah hampir kehilangan kesabaran menghadapi aksi protes kaum Sunni itu.
Aksi protes merebak setelah aparat Irak melakukan penangkapan terhadap sejumlah pengawal Menteri Keuangan Irak, Rafaie al-Esawi, yang berasal dari kaum Sunni. Al-Esawi langsung menyatakan akan mengobarkan kembali perang sektarian di negara itu.
"Kami sampaikan kepada kelompok muslim Sunni di Baghdad dan di mana saja mereka berada, bahwa situasi di mana Anda berada hari ini persis seperti saat kelompok mujahidin memperingatkan Anda tahun lalu. Saat Anda berada dalam sebuah terowongan yang gelap," sebut pernyataan sayap al-Qaeda di Irak dalam situsnya, seperti dilansir Reuters.
Tercatat delapan bom mobil meledak di pemukiman Syiah. Satu serangan bom mobil terjadi di Distrik Qaiyara, ledakan bom tersebut menghancurkan sejumlah etalase toko milik pedagang. Sementara tujuh ledakan lainya yang terjadi di Distrik Karrada, menghancurkan sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi ledakan. Akibat dua ledakan bom mobil tersebut, dilaporkan 28 warga Irak tewas.
Sayap al-Qaeda di Irak dan kelompok Sunni menentang sikap Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki atas sikap diskriminatifnya terhadap kelompok Sunni.
Seperti diketahui, selama tiga pekan sejak awal 2013, puluhan ribu kaum Sunni Irak turun ke jalan dan melakukan aksi blokir terhadap jalan raya yang menghubungkan Irak dengan sejumlah negara tetangga. Al-Maliki sendiri mengaku sudah hampir kehilangan kesabaran menghadapi aksi protes kaum Sunni itu.
Aksi protes merebak setelah aparat Irak melakukan penangkapan terhadap sejumlah pengawal Menteri Keuangan Irak, Rafaie al-Esawi, yang berasal dari kaum Sunni. Al-Esawi langsung menyatakan akan mengobarkan kembali perang sektarian di negara itu.
(esn)