AS desak Iran buat penawaran nyata soal pembicaraan nuklir
Jum'at, 15 Februari 2013 - 20:53 WIB
AS desak Iran buat penawaran nyata soal pembicaraan nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mendesak Iran untuk membuat "penawaran yang nyata" dan terlibat dalam "dialog nyata" dalam perundingan nuklir dengan negara P5+1.
Menurut Kerry, hanya dengan cara ini, perundingan antara Iran dengan negara anggota P5+1, Inggris, Perancis, Rusia, China, AS, dan Jerman bisa mencapai kemajuan.
"Saya ingin menegaskan kembali, bahwa pembicaraan hanya dapat mencapai kemajuan jika Iran datang ke meja perundingan dengan tekad untuk membuat dan mendiskusikan penawaran nyata dan terlibat dalam dialog yang sesungguhnya," kata Kerry, Kamis (14/2/2015).
Pernyataan ini disampaikan Kerry dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. "Negara-negara yang memiliki program damai tidak akan memiliki masalah untuk membuktikan kepada orang-orang, bahwa tujuan mereka adalah damai," lanjutnya.
Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan, maka Iran dan negara P5+1 akan terjebak dalam proses yang tertunda-tunda. "Saya pikir itu adalah kewajiban Iran untuk membuktikan bahwa mereka siap untuk memenuhi keinginan kami,” tambah Kerry.
Menurut Kerry, hanya dengan cara ini, perundingan antara Iran dengan negara anggota P5+1, Inggris, Perancis, Rusia, China, AS, dan Jerman bisa mencapai kemajuan.
"Saya ingin menegaskan kembali, bahwa pembicaraan hanya dapat mencapai kemajuan jika Iran datang ke meja perundingan dengan tekad untuk membuat dan mendiskusikan penawaran nyata dan terlibat dalam dialog yang sesungguhnya," kata Kerry, Kamis (14/2/2015).
Pernyataan ini disampaikan Kerry dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. "Negara-negara yang memiliki program damai tidak akan memiliki masalah untuk membuktikan kepada orang-orang, bahwa tujuan mereka adalah damai," lanjutnya.
Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan, maka Iran dan negara P5+1 akan terjebak dalam proses yang tertunda-tunda. "Saya pikir itu adalah kewajiban Iran untuk membuktikan bahwa mereka siap untuk memenuhi keinginan kami,” tambah Kerry.
(esn)