Pemberontak Suriah: Israel bunuh komandan Iran di Suriah
Jum'at, 15 Februari 2013 - 11:33 WIB
Pemberontak Suriah: Israel bunuh komandan Iran di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Fahad al-Masri, Juru Bicara Tentara Pembebasan Suriah menyatakan Hussam Hush Nawis, seorang pasukan pengawal revolusi Iran (IRGC) tewas akibat serangan Angkatan Udara (AU) Israel, dua pekan lalu di Jamraya luar Suriah.
Pengakuan tersebut bertepatan dengan hari pemakaman Nawis di Tehrran. Upacara pemakaman tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Komandan IRGC Mohammad Jafari dan Panglima Angkatan bersenjata Qud, Qasem Soleimani.
Masri mengatakan Nawis, atau Hassan Shateri adalah Kepala Komite Iran yang ditugaskan untuk mengawasi dan membantu rekonstruksi infrastruktur Hizbullah yang rusak pasca Perang Libanon. Jabatan Masri di Libanon adalah komandan pasukan Iran.
Masri mengatakan, sebelum tiba di Jamraya, Nawis menyempatkan diri untuk singgah di Ibu Kota Damaskus, Suriah untuk bertemu dengan konsultan militer Iran dan Suriah. "Nawis meninggal saat sedang mengawasi pengiriman roket ke Lebanon," ungkap Masri seperti dilansir Ynet, Jumat (15/2/2013).
Masri mengatakan, Nawis bukan korban tunggal dalam serangan AU Israel tersebut, beberapa tentara yang mengiringi Nawis melakukan pengiriman roket juga dilaporkan tewas. Namun, marwis tidak tahu berapa jumlah pasti mereka.
Juru bicara IRGC, Ramezan Sherif mengatakan, Pemerintah Iran menyalahkan Israel atas kematian Nawis yang dibunuh oleh agen-agen Israel dalam perjalanan ke Beirut. Al-Arabiaya mengambarkan, bahwa nawis adalah utusan pribadi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Libanon dan memiliki status diplomatik.
Pengakuan tersebut bertepatan dengan hari pemakaman Nawis di Tehrran. Upacara pemakaman tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Komandan IRGC Mohammad Jafari dan Panglima Angkatan bersenjata Qud, Qasem Soleimani.
Masri mengatakan Nawis, atau Hassan Shateri adalah Kepala Komite Iran yang ditugaskan untuk mengawasi dan membantu rekonstruksi infrastruktur Hizbullah yang rusak pasca Perang Libanon. Jabatan Masri di Libanon adalah komandan pasukan Iran.
Masri mengatakan, sebelum tiba di Jamraya, Nawis menyempatkan diri untuk singgah di Ibu Kota Damaskus, Suriah untuk bertemu dengan konsultan militer Iran dan Suriah. "Nawis meninggal saat sedang mengawasi pengiriman roket ke Lebanon," ungkap Masri seperti dilansir Ynet, Jumat (15/2/2013).
Masri mengatakan, Nawis bukan korban tunggal dalam serangan AU Israel tersebut, beberapa tentara yang mengiringi Nawis melakukan pengiriman roket juga dilaporkan tewas. Namun, marwis tidak tahu berapa jumlah pasti mereka.
Juru bicara IRGC, Ramezan Sherif mengatakan, Pemerintah Iran menyalahkan Israel atas kematian Nawis yang dibunuh oleh agen-agen Israel dalam perjalanan ke Beirut. Al-Arabiaya mengambarkan, bahwa nawis adalah utusan pribadi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Libanon dan memiliki status diplomatik.
(esn)