Abbas sambut baik rencana kunjungan Obama ke Timur Tengah
Rabu, 13 Februari 2013 - 16:02 WIB
Abbas sambut baik rencana kunjungan Obama ke Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Timur Tengah, meskipun Obama tidak berencana mengunjungi Palestina. Seperti diketahui, Presiden AS tersebut dijadwalkan akan mengunjungi Israel pada awal Maret mendatang.
"Kami menyambut baik kujungan penting Obama. Kunjungan tersebut merupakan sebuah upaya yang ditunjukan oleh AS untuk memecahkan kebekuan proses perdamaian Israel dan Palestina," ungkap Abbas usai bertemu dengan Michael Ratney, Konsul Jendral AS di Yerusalem, Selasa (12/2/2013).
Berdasarkan sumber Xinhua, dalam pertemuan tersebut Ratney memberikan sejumlah penjelasan pada Abbas seputar ide-ide AS untuk melanjutkan upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina. Abbas akan mempelajari sejumlah ide perdamian AS, termasuk langkah-langkah AS untuk memperluas kontrol keamanan di wilayah otonomi Palestina di Tepi Barat, pembebasan sejumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dan transfer pajak pendapat Palestina yang ditahan pemerintah Israel.
Menurut Gedung Putih, dalam lawatan di musim semi mendatang, Obama akan mengunjungi Israel, Tepi Barat, dan Yordania. Pada 2008, Obama sempat mengunjungi Israel. Saat itu, status Obama masih calon Presiden AS. Lawatan ini mendapat kecaman dari Partai Republik.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sangat antusias menyambut kunjungan Obama ini. "Ini adalah kunjungan yang sangat penting, dalam pertemuan nanti saya dengan Obama akan membahas soal ambisi nuklir Iran, perang saudara di Suriah, dan upaya perdamaian Israel-Palestina yang terhenti," ungkap Netayahu.
"Kami menyambut baik kujungan penting Obama. Kunjungan tersebut merupakan sebuah upaya yang ditunjukan oleh AS untuk memecahkan kebekuan proses perdamaian Israel dan Palestina," ungkap Abbas usai bertemu dengan Michael Ratney, Konsul Jendral AS di Yerusalem, Selasa (12/2/2013).
Berdasarkan sumber Xinhua, dalam pertemuan tersebut Ratney memberikan sejumlah penjelasan pada Abbas seputar ide-ide AS untuk melanjutkan upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina. Abbas akan mempelajari sejumlah ide perdamian AS, termasuk langkah-langkah AS untuk memperluas kontrol keamanan di wilayah otonomi Palestina di Tepi Barat, pembebasan sejumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dan transfer pajak pendapat Palestina yang ditahan pemerintah Israel.
Menurut Gedung Putih, dalam lawatan di musim semi mendatang, Obama akan mengunjungi Israel, Tepi Barat, dan Yordania. Pada 2008, Obama sempat mengunjungi Israel. Saat itu, status Obama masih calon Presiden AS. Lawatan ini mendapat kecaman dari Partai Republik.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sangat antusias menyambut kunjungan Obama ini. "Ini adalah kunjungan yang sangat penting, dalam pertemuan nanti saya dengan Obama akan membahas soal ambisi nuklir Iran, perang saudara di Suriah, dan upaya perdamaian Israel-Palestina yang terhenti," ungkap Netayahu.
(esn)