Pasukan Israel tangkap 5 warga Palestina di Tepi Barat
Senin, 11 Februari 2013 - 20:54 WIB
Pasukan Israel tangkap 5 warga Palestina di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Israel menangkap empat pemuda dan seorang remaja Palestina di Tepi Barat, Minggu (10/2/2013). Demikian dilaporkan oleh kantor berita Wafa, mengutip sejumlah sumber keamanan dan warga lokal.
Menurut laporan Wafa, tentara Israel telah menangkap Abu Amr Naungan, Fadi Abu Amr, dan Monjid Daghlas di Burqa, dekat Nablus. Ketiganya dibawa oleh militer Israel ke salah satu pusat interogasi mereka.
Sedangkan di Burqeen, sebelah barat kota Jenin, bentrokan meletus dan beberapa warga Palestina menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel ke arah mereka.
Dalam bentrokan di Burqeen ini, pasukan Israel menangkap Mohammad Ghanim (14). Sementara di daerah Yatta, dekat Hebron, pasukan Israel menangkap Musa Abu Sabha (24).
Tentara Israel juga menangkap dua warga Palestina untuk diinterogasi di selatan Itsion, dekat pemukiman ilegal di Betlehem. Hingga kini, penangkapan warga Palestina memang masih terus dilakukan oleh Israel, hal yang dikhawatirkan banyak pihak akan kembali memicu konflik bersenjata besar-besaran.
Menurut laporan Wafa, tentara Israel telah menangkap Abu Amr Naungan, Fadi Abu Amr, dan Monjid Daghlas di Burqa, dekat Nablus. Ketiganya dibawa oleh militer Israel ke salah satu pusat interogasi mereka.
Sedangkan di Burqeen, sebelah barat kota Jenin, bentrokan meletus dan beberapa warga Palestina menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel ke arah mereka.
Dalam bentrokan di Burqeen ini, pasukan Israel menangkap Mohammad Ghanim (14). Sementara di daerah Yatta, dekat Hebron, pasukan Israel menangkap Musa Abu Sabha (24).
Tentara Israel juga menangkap dua warga Palestina untuk diinterogasi di selatan Itsion, dekat pemukiman ilegal di Betlehem. Hingga kini, penangkapan warga Palestina memang masih terus dilakukan oleh Israel, hal yang dikhawatirkan banyak pihak akan kembali memicu konflik bersenjata besar-besaran.
(esn)