Meski dikecam, AS tetap lancarkan serangan drone ke Pakistan
Sabtu, 02 Februari 2013 - 17:27 WIB
Meski dikecam, AS tetap lancarkan serangan drone ke Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Leon Panetta mengatakan Washington tidak akan menangguhkan serangan drone (pesawat tak berawak) di Pakistan, Yaman, dan Somalia. Mereka tak peduli dengan kecaman dari berberapa pihak dari seluruh dunia, seperti dilansir Presstv, Sabtu (2/2/2013).
"AS perlu menjaga serangan drone dalam rangka menyerang militan tidak hanya di Pakistan tetapi juga di Yaman dan Somalia. Saya pikir serangan tersebut harus terus berlanjut dan menjadi sebuah kebutuhan bagi AS," ungkap Panetta.
Panetta mengatakan bahwa drone diperlukan untuk mencegah serangan terhadap AS. Dia melanjutkan bahwa CIA mungkin akan memperkuas serangan drone tergantung pasa bentuk ancaman yang dihadapi oleh AS. "Sebab kami sedang dalam peperangan," jelas Panettea.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan melakukan protes serangan drone AS, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (CIA) semakin meningkat. Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun mengutuk operasi pengunaan drone AS. Mereka menilai, tindakan ini bertentangan dengan hukum internasional, karena mengganggu kedaulatan suatu negara.
Seperti diketahui, operasi penggunaan drone diizinkan oleh Presiden AS, Barack Obama Pada 31 Janurari 2012 lalu. Obama setuju mengunakan drone dalam operasi CIA. Target penyerangan drone adalah kelompok militan yang bermukim di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Namun, sumber lokal mengatakan, banyak warga sipil yang tidak bersalah telah menjadi korban serangan drone.
"AS perlu menjaga serangan drone dalam rangka menyerang militan tidak hanya di Pakistan tetapi juga di Yaman dan Somalia. Saya pikir serangan tersebut harus terus berlanjut dan menjadi sebuah kebutuhan bagi AS," ungkap Panetta.
Panetta mengatakan bahwa drone diperlukan untuk mencegah serangan terhadap AS. Dia melanjutkan bahwa CIA mungkin akan memperkuas serangan drone tergantung pasa bentuk ancaman yang dihadapi oleh AS. "Sebab kami sedang dalam peperangan," jelas Panettea.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan melakukan protes serangan drone AS, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (CIA) semakin meningkat. Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun mengutuk operasi pengunaan drone AS. Mereka menilai, tindakan ini bertentangan dengan hukum internasional, karena mengganggu kedaulatan suatu negara.
Seperti diketahui, operasi penggunaan drone diizinkan oleh Presiden AS, Barack Obama Pada 31 Janurari 2012 lalu. Obama setuju mengunakan drone dalam operasi CIA. Target penyerangan drone adalah kelompok militan yang bermukim di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Namun, sumber lokal mengatakan, banyak warga sipil yang tidak bersalah telah menjadi korban serangan drone.
(esn)