AS enggan intervensi Suriah, Turki fokus ke Irak
Jum'at, 01 Februari 2013 - 19:14 WIB
AS enggan intervensi Suriah, Turki fokus ke Irak
A
A
A
Sindonews.com - Jim Jeffrey, Mantan Diplomat Amerika Serikat (AS) mengatakan, kebijakan luar negeri Turki bergeser dari Suriah ke Irak. Sebab, AS masih enggan untuk melancarkan intervensi ke Suriah.
Seperti dilansir dari harian Hurriyet, Jumat (1/2/2013), Jeffrey mengatakan, salah satu alasan mengapa Ankara memperkuat hubungan dengan Baghdad adalah karena pemerintah Turki menilai, saat ini Irak sangat berpotensi muncul sebagai sumber stabilitas. Berbeda dengan sebelumnya, yakni sumber eksportir minyak utama.
Ungkapan Jeffrey tersebut datang dua pekan setelah Menteri Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu berkunjung ke Washington, AS. Dalam kunjugan tersebut, Sinirlioglu mengatakan, "Saat ini Irak lebih penting bagi kami".
Jeffrey menilai, perubahan sikap tersebut terjadi setelah Ankara menyadari bahwa Presiden AS Barack Obama enggan mengintervensi Suriah. Kengganan tersebut disampaikan oleh Obama saat menanggapi sejumlah kritik yang datang atas kegagalan pemerintahnya melancarkan aksi militer ke Suriah.
"Saya menyadari sepenuhnya keterbatasan AS untuk menghadapi situasi tersebut dalam bentuk aksi langsung. Saya sangat mempertimbangkan semua kemungkinan dan tidak hanya memikirkan kemampuan kekuatan kita, tapi saya juga memikirkan tentang keterbatasan kita," ungkap Obama dalam sebuah wawancara dengan majalah New Republic, Senin (28/1/2013).
Seperti dilansir dari harian Hurriyet, Jumat (1/2/2013), Jeffrey mengatakan, salah satu alasan mengapa Ankara memperkuat hubungan dengan Baghdad adalah karena pemerintah Turki menilai, saat ini Irak sangat berpotensi muncul sebagai sumber stabilitas. Berbeda dengan sebelumnya, yakni sumber eksportir minyak utama.
Ungkapan Jeffrey tersebut datang dua pekan setelah Menteri Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu berkunjung ke Washington, AS. Dalam kunjugan tersebut, Sinirlioglu mengatakan, "Saat ini Irak lebih penting bagi kami".
Jeffrey menilai, perubahan sikap tersebut terjadi setelah Ankara menyadari bahwa Presiden AS Barack Obama enggan mengintervensi Suriah. Kengganan tersebut disampaikan oleh Obama saat menanggapi sejumlah kritik yang datang atas kegagalan pemerintahnya melancarkan aksi militer ke Suriah.
"Saya menyadari sepenuhnya keterbatasan AS untuk menghadapi situasi tersebut dalam bentuk aksi langsung. Saya sangat mempertimbangkan semua kemungkinan dan tidak hanya memikirkan kemampuan kekuatan kita, tapi saya juga memikirkan tentang keterbatasan kita," ungkap Obama dalam sebuah wawancara dengan majalah New Republic, Senin (28/1/2013).
(esn)