Presiden Ekuador desak solusi untuk kasus Wikileaks

Sabtu, 26 Januari 2013 - 09:00 WIB
Presiden Ekuador desak...
Presiden Ekuador desak solusi untuk kasus Wikileaks
A A A
Sindonews.com – Presiden Ekuador Rafael Correa menyerukan Inggris dan Swedia untuk menyelesaikan kasus pendiri Wikileaks, Julian Assange, yang telah berlindung selama tujuh bulan di Kedutaan Besar Ekuador di London.

"Ekuador telah melakukan tugasnya, hak Julian Assange akan terus dijamin. Saat ini, solusi ada di tangan Inggris, Swedia, dan Uni Eropa pada umumnya," kata Correa dalam sebuah wawancara televisi, Jumat (25/1/2013).

Correa membela keputusan pemerintahnya untuk memberikan suaka pada Agustus lalu untuk whistleblower paling terkenal di dunia itu. "Sesuai dengan hukum internasional, kami memberikan suaka padanya. Ia berada di bawah perlindungan pemerintah Ekuador," kata Correa.

Assange, yang membuat marah Washington dengan merilis ribuan kabel pemerintah Amerika Serikat, berlindung di Kedubes Ekuador pada 19 Agustus tahun lalu untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana ia dicari untuk dimintai keterangan dalam dua kasus kekerasan seksual.

Assange sendiri membantah telah melakukan kejahatan seksual. Ia tak mau memenuhi panggilan pemerintah Swedia, karena khawatir akan diekstradisi ke negara ketiga, terutama Amerika Serikat yang menganggap Assanger sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

"Masalahnya adalah, tidak ada jaminan bahwa jika ia meninggalkan kedutaan dan melakukan perjalanan ke Swedia, dia tidak akan diekstradisi ke negara ketiga. Dan jika itu terjadi, kehidupan Julian Assange atau kebebasannya akan beresiko," kata Correa.

Pemerintah Inggris sendiri telah mengancam untuk menangkap Assange, jika ia melangkah ke luar dari gedung kedutaan. Pemerintah Inggris menyatakan, Assange harus diekstradisi ke Swedia.
(esn)
Berita Terkait
Ilmuwan Ingatkan AS...
Ilmuwan Ingatkan AS Tidak Ikuti Langkah Swedia Kejar Kekebalan Kawanan
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Senat AS Restui Swedia...
Senat AS Restui Swedia dan Finlandia Jadi Anggota NATO
Berita Terkini
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
2 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
3 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
5 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
6 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
7 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved