Menang tipis, Netanyahu janji perluas koalisi
Kamis, 24 Januari 2013 - 17:51 WIB
Menang tipis, Netanyahu janji perluas koalisi
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji membentuk koalisi pemerintahan seluas mungkin. Janji itu diungkapkannya setelah aliansinya menang tipis dalam pemilihan umum (pemilu) Selasa (22/1) lalu.
Komite Pemilu Pusat Israel telah menghitung 99,5% suara. Namun, hasil pemilu resmi akan diumumkan 30 Januari mendatang. Menurut hasil penghitungan cepat yang tidak resmi, sayap kanan Israel, Likud-Beitenu, meraih 31 kursi di parlemen, turun dari sebelumnya 42 kursi. Adapun sayap kiri Yesh Atid berada di urutan kedua dengan 18-19 kursi dari total 120 kursi parlemen. Partai buruh mendapat 17 kursi.
Pengamat memperkirakan beberapa pekan mendatang semua kekuatan politik di Israel akan melakukan dagang sapi untuk membentuk kabinet baru. Pengamat mengatakan ada kemungkinan aliansi Netanyahu akan memperluas koalisi dengan partai-partai lain yang sebelumnya merupakan oposisi. Meskipun aliansi Likud- Beitenu meraih kursi terbesar, perpecahan dalam kubu politik sayap kanan dan kiri akan membelah parlemen menjadi dua kekuatan utama.
Dalam pemilu tersebut 32 partai berkompetisi memperebutkan kursi dalam sistem perwakilan proporsional. Partai-partai itu harus menang sedikitnya 2% dari total suara untuk mengamankan kursi. Beberapa saat setelah pemilu selesai digelar pada Selasa(22/1) malam, Netanyahu berterima kasih pada para pemilih. ”Terima kasih untuk peluang memimpin Israel untuk periode ketiga,” ungkapnya,dikutip AFP.
Para pendukung Likud-Beitenu juga menyambut hasil penghitungan sementara.”Kami senang masih menjadi partai terbesar. Sebanyak 31 kursi lebih baik daripada 27 kursi yang kami perkirakan,” tutur Daniel, pendukung koalisi berkuasa. Namun, jika perkiraan itu benar, hasil pemilu ini akan sangat mengecewakan Netanyahu. Dia menyerukan pemilu dipercepat dengan harapan membangun koalisi lebih kuat dan tampaknya dia justru mendapat hasil sebaliknya.
Dua bintang bersinar dalam pemilu tersebut muncul dari bagian berbeda spektrum politik Israel. Partai Naftali Bennett, kubu kanan-jauh, mendapat 10 kursi, sementara kiri tengah, Yair Lapid, mendapat paling banyak 19 kursi. Hal ini kontras karena Partai buruh yang justru gagal memenuhi perkiraan akan mendapat lebih banyak kursi. Hasil pemilu kali ini jelas akan mengubah dinamika politik Israel.
Menyadari kemunduran dalam pemilu kali ini, Netanyahu berjanji merangkul lebih banyak mitra untuk membentuk koalisi luas. ”Besok kita mulai sesuatu yang baru,” katanya. Prioritas lainnya, menurut Netanyahu, adalah menstabilkan ekonomi,menciptakan perdamaian kawasan, militer yang lebih egaliter, layanan publik, dan mengurangi biaya hidup.
Komite Pemilu Pusat Israel telah menghitung 99,5% suara. Namun, hasil pemilu resmi akan diumumkan 30 Januari mendatang. Menurut hasil penghitungan cepat yang tidak resmi, sayap kanan Israel, Likud-Beitenu, meraih 31 kursi di parlemen, turun dari sebelumnya 42 kursi. Adapun sayap kiri Yesh Atid berada di urutan kedua dengan 18-19 kursi dari total 120 kursi parlemen. Partai buruh mendapat 17 kursi.
Pengamat memperkirakan beberapa pekan mendatang semua kekuatan politik di Israel akan melakukan dagang sapi untuk membentuk kabinet baru. Pengamat mengatakan ada kemungkinan aliansi Netanyahu akan memperluas koalisi dengan partai-partai lain yang sebelumnya merupakan oposisi. Meskipun aliansi Likud- Beitenu meraih kursi terbesar, perpecahan dalam kubu politik sayap kanan dan kiri akan membelah parlemen menjadi dua kekuatan utama.
Dalam pemilu tersebut 32 partai berkompetisi memperebutkan kursi dalam sistem perwakilan proporsional. Partai-partai itu harus menang sedikitnya 2% dari total suara untuk mengamankan kursi. Beberapa saat setelah pemilu selesai digelar pada Selasa(22/1) malam, Netanyahu berterima kasih pada para pemilih. ”Terima kasih untuk peluang memimpin Israel untuk periode ketiga,” ungkapnya,dikutip AFP.
Para pendukung Likud-Beitenu juga menyambut hasil penghitungan sementara.”Kami senang masih menjadi partai terbesar. Sebanyak 31 kursi lebih baik daripada 27 kursi yang kami perkirakan,” tutur Daniel, pendukung koalisi berkuasa. Namun, jika perkiraan itu benar, hasil pemilu ini akan sangat mengecewakan Netanyahu. Dia menyerukan pemilu dipercepat dengan harapan membangun koalisi lebih kuat dan tampaknya dia justru mendapat hasil sebaliknya.
Dua bintang bersinar dalam pemilu tersebut muncul dari bagian berbeda spektrum politik Israel. Partai Naftali Bennett, kubu kanan-jauh, mendapat 10 kursi, sementara kiri tengah, Yair Lapid, mendapat paling banyak 19 kursi. Hal ini kontras karena Partai buruh yang justru gagal memenuhi perkiraan akan mendapat lebih banyak kursi. Hasil pemilu kali ini jelas akan mengubah dinamika politik Israel.
Menyadari kemunduran dalam pemilu kali ini, Netanyahu berjanji merangkul lebih banyak mitra untuk membentuk koalisi luas. ”Besok kita mulai sesuatu yang baru,” katanya. Prioritas lainnya, menurut Netanyahu, adalah menstabilkan ekonomi,menciptakan perdamaian kawasan, militer yang lebih egaliter, layanan publik, dan mengurangi biaya hidup.
(esn)