Belgia tawarkan pesawat & helikopter untuk dukung misi di Mali
Rabu, 16 Januari 2013 - 09:00 WIB
Belgia tawarkan pesawat & helikopter untuk dukung misi di Mali
A
A
A
Sindonews.com - Belgia menawarkan dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter untuk mendukung misi militer Perancis melawan kaum pemberontak di Mali. "Belgia akan memberikan dukungan logistik untuk memerangi terorisme," kata Perdana Menteri Belgia, Elio Di Rupo, setelah pertemuan kabinet khusus soal krisis di Mali, Selasa (15/1/2013).
Menteri Pertahanan Belgia, Pieter De Crem mengatakan, pesawat angkut C-130 akan segera beroperasi. Sementara sebuah helikopter A-109 medivac dan helikopter kedua yang digunakan untuk mengevakuasi personel yang terluka, akan segera dikirim kemudian.
Selain pesawat dan helikopter, Belgia juga mengirim 75 prajurit untuk terlibat dalam pengiriman logistik. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders mengatakan, masyarakat internasional telah lambat untuk merespon krisis di Mali.
“Saat ini, penting untuk menetapkan strategi agar Mali bisa keluar dari masalah, dan menghindari kondisi seperti yang terjadi di Afghanistan. Itulah mengapa akan menjadi kunci untuk menyerahkan secepat mungkin pasukan internasional untuk turut berpartisipasi dalam misi Uni Eropa demi melatih dan merestrukturisasi tentara Mali,” jelas Reynders.
Menteri Pertahanan Belgia, Pieter De Crem mengatakan, pesawat angkut C-130 akan segera beroperasi. Sementara sebuah helikopter A-109 medivac dan helikopter kedua yang digunakan untuk mengevakuasi personel yang terluka, akan segera dikirim kemudian.
Selain pesawat dan helikopter, Belgia juga mengirim 75 prajurit untuk terlibat dalam pengiriman logistik. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders mengatakan, masyarakat internasional telah lambat untuk merespon krisis di Mali.
“Saat ini, penting untuk menetapkan strategi agar Mali bisa keluar dari masalah, dan menghindari kondisi seperti yang terjadi di Afghanistan. Itulah mengapa akan menjadi kunci untuk menyerahkan secepat mungkin pasukan internasional untuk turut berpartisipasi dalam misi Uni Eropa demi melatih dan merestrukturisasi tentara Mali,” jelas Reynders.
(esn)