Komandan militer India perintahkan tentara di Kashmir bersikap agresif
Senin, 14 Januari 2013 - 18:48 WIB
Komandan militer India perintahkan tentara di Kashmir bersikap agresif
A
A
A
Sindonews.com – Pertemuan antara petinggi militer India dengan Pakistan di sebuah wilayah di Garis Pengawasan Kashmir, Senin (14/1/2013), tak membawa dampak positif. Pembicaraan itu hanya berlangsung selama 32 menit.
“Pejabat senior dari kedua belah pihak mengadakan pembicaraan di sebuah lokasi yang dirahasiakan di sepanjang Garis Pengawasan. Pembicaraan berlangsung selama 32 menit. Brigadir Suchendra Kumar mewakili tim militer India. Kami telah mengajukan protes kami dengan Pakistan," kata Juru Bicara militer India, J. Dahiya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Pembicaraan ini jelas tak bisa menurunkan tensi ketegangan di kawasan yang disengketakan itu. Bahkan, Kepala Staf Militer India, Jenderal Bikram Singh telah meminta tentara India yang ditempatkan di Kashmir untuk bersikap agresif.
“Kami berharap komandan kami untuk menjadi agresif. Perintahnya yang sangat jelas: jika diprovokasi, saya berharap komandan unit harus memberi tembakan balasan,” tegas Singh. Ia juga mengobarkan kembali rasa marah akibat tewasnya dua tentara India di kawasan Kashmir.
"Kami ingin menjaga proses dialog dan juga mengeksplorasi cara terbaik untuk berkomunikasi dengan Pakistan, namun serangan harus berhenti," tambah Singh.
Pemerintah Pakistan sendiri telah meminta dunia internasional memainkan peran mereka dalam meredakan ketegangan di wilayah perbatasan Pakistan-India itu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani, dalam sebuah jumpa pers usai melakukan diskusi dengan para diplomat Eropa di Islamabad, Jumat (11/1/2013).
“Anggota komunitas diplomatik telah menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan ingin hubungan damai antara Pakistan dan India. Pakistan berharap mereka akan memainkan peran positif dalam mengatasi pelanggaran di Garis Pengawasan,” kata Jilani.
“Pejabat senior dari kedua belah pihak mengadakan pembicaraan di sebuah lokasi yang dirahasiakan di sepanjang Garis Pengawasan. Pembicaraan berlangsung selama 32 menit. Brigadir Suchendra Kumar mewakili tim militer India. Kami telah mengajukan protes kami dengan Pakistan," kata Juru Bicara militer India, J. Dahiya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Pembicaraan ini jelas tak bisa menurunkan tensi ketegangan di kawasan yang disengketakan itu. Bahkan, Kepala Staf Militer India, Jenderal Bikram Singh telah meminta tentara India yang ditempatkan di Kashmir untuk bersikap agresif.
“Kami berharap komandan kami untuk menjadi agresif. Perintahnya yang sangat jelas: jika diprovokasi, saya berharap komandan unit harus memberi tembakan balasan,” tegas Singh. Ia juga mengobarkan kembali rasa marah akibat tewasnya dua tentara India di kawasan Kashmir.
"Kami ingin menjaga proses dialog dan juga mengeksplorasi cara terbaik untuk berkomunikasi dengan Pakistan, namun serangan harus berhenti," tambah Singh.
Pemerintah Pakistan sendiri telah meminta dunia internasional memainkan peran mereka dalam meredakan ketegangan di wilayah perbatasan Pakistan-India itu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani, dalam sebuah jumpa pers usai melakukan diskusi dengan para diplomat Eropa di Islamabad, Jumat (11/1/2013).
“Anggota komunitas diplomatik telah menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan ingin hubungan damai antara Pakistan dan India. Pakistan berharap mereka akan memainkan peran positif dalam mengatasi pelanggaran di Garis Pengawasan,” kata Jilani.
(esn)