Netanyahu tolak putusan Abbas ubah nama Otoritas Palestina

Selasa, 08 Januari 2013 - 11:49 WIB
Netanyahu tolak putusan...
Netanyahu tolak putusan Abbas ubah nama Otoritas Palestina
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak keputusan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mengubah nama Otoritas Palestina menjadi Negara Palestina. Netanyahu menilai keputusan ini merupakan pelanggaran serius terhadap perjanjian Oslo yang telah disepakati oleh Israel dan Palestina.

"Saya dan pemerintahan saya dengan tegas menolak keputusan Abbas untuk mengeluarkan paspor dan kartu identitas dan surat izin mengemudi yang diberi label Negara Palestina," ungkap Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan dalam gulfnews.com.

Netanyahu mengatakan Negara Palestina merdeka hanya akan terbentuk jika Israel dan Palestina sepakat untuk berdamai. Tentunya, kedua belah pihak juga harus berhenti saling klaim.

"Tindakan Abbas tidak bermakna politik dan secara praktik tidak akan berdampak dilapangan," ungkap Netanyahu.

Akhir pekan lalu Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan mengubah nama negara, dari Otoritas Palestina menjadi Negara Palestina. Menurut surat keputusan tersebut, Abbas memberikan tenggang waktu selama dua bulan untuk mengganti paspor lama dan semua perangkat kenagaraan, serta kependudukan yang bertuliskan Otoritas Palestina menjadi Negara Palestina.

Sementara itu, Hanna Eisa, Profesor dan pakar dalam hukum internasional dari Palestina mengatakan langkah Abbas dapat memicu konfrontasi berdarah antara Palestina dan Israel. Pasalnya, penjajahan masih terjadi di wilayah Palestina. Dalam kondisi ini, legalitas hukum menjadi suatu hal yang sangat penting dan rumit.

"Pergantian nama Otoritas Palestina menjadi Negara Palestina membutuhkan banyak pengkajian, pertimbangan serta konsultasi," ungkap Eisa.

Eisa menambahkan, resolusi Majelis Umum PBB yang memutuskan mengubah status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota PBB tidak dapat menjadi dasar untuk merubah status tersebut. Resolusi PBB itu lebih merujuk pada sebuah etika daripada keputusan yang sebenarnya.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
52 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved