Redam demonstrasi, PM Irak perintahkan bebaskan tahanan

Selasa, 01 Januari 2013 - 22:53 WIB
Redam demonstrasi, PM...
Redam demonstrasi, PM Irak perintahkan bebaskan tahanan
A A A
Sindonews.com – Guna mencegah kian merebaknya aksi demonstrasi, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki pada Selasa (1/1/2013), memerintahkan untuk membebaskan ratusan tahanan wanita.

"Perdana menteri akan mengirim surat kepada presiden untuk mengeluarkan amnesti khusus untuk membebaskan mereka," kata Khaled al-Mullah, utusan resmi Pemerintah Irak yang ditunjuk untuk bernegosiasi dengan para demonstran.

Menurut Mullah, Maliki memerintahkan pembebasan lebih dari 700 tahanan perempuan, hal yang jadi tuntutan utama kaum demonstran. “Para tahanan yang dikenai dakwaan ringan akan dibebaskan,” ujar Mullah yang tak menjelaskan jangka waktu proses pembebasan para tahanan itu.

Menurut Mullah, saat ini ada ratusan tahanan wanita di penjara-penjara Irak. “Dari 920 tahanan perempuan di penjara-penjara Irak, 210 di antaranya telah dituduh atau dihukum karena aksi terorisme. Mereka tak bisa dibebaskan. Namun, mereka akan dipindahkan ke penjara di provinsi asal mereka,” jelas Mullah seperti dikutip dari Naharnet.

Meski memutuskan untuk melepaskan tahanan, namun Maliki tetap bersikap tegas terhadap aksi demonstrasi yang digelar kaum Sunni negeri itu. Maliki bahkan mengancam akan menggunakan seumber daya negara untuk mengakhiri unjuk rasa yang sudah berlangsung selama 10 hari.

Maliki mengaku hampir kehilangan kesabaran melihat aksi demo yang memblokir jalan raya ke Suriah dan Yordania itu.

“Para demonstran harus mengakhiri pemogokan mereka, sebelum campur tangan negara untuk mengakhirinya," kata Maliki dalam sebuah wawancara dengan siaran radio negara, Iraqiya. Pernyataan ini bisa diartikan bahwa Maliki bisa memerintahkan penggunaan kekuatan militer untuk mengatasi aksi unjuk rasa.

“Saya memperingatkan Anda semua untuk tidak melanjutkan (memblokir jalan raya), karena ini bertentangan dengan konstitusi Irak. Kami telah sangat sabar dengan Anda," tegasnya. Aksi ini dimulai pada 23 Desember 2012 silam, setelah terjadinya penangkapan 9 pengawal Menteri Keuangan Iran yang berasal dari kaum Sunni.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
23 menit yang lalu
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
2 jam yang lalu
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
3 jam yang lalu
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
4 jam yang lalu
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
6 jam yang lalu
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
9 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved