Penuhi syarat, Israel pastikan berunding dengan Hamas
Selasa, 01 Januari 2013 - 20:12 WIB
Penuhi syarat, Israel pastikan berunding dengan Hamas
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka menciptakan perdamaian sekaligus menanggapi seruan damai yang disampaikan oleh Pemimpin Komunitas Israel, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan, Israel dan Hamas mungkin saja berada dalam satu meja perundingan. Menurut Peres, hal tersebut akan terjadi jika mereka memenuhi kondisi yang telah disyaratkan oleh kuartet Timur Tengah.
"Tidak ada salahnya berunding dengan Hamas, namun Hamas mungkin tidak akan bersedia melakukannya. Pasalnya, Hamas harus menuhi tiga persyaratan yang ditetapkan oleh Kuartet Timur Tengah, yaitu penolakan terhadap terorisme, pengakuan atas keberadaan Israel, dan kemauan untuk bernegosiasi dengan Israel,” ungkap Peres seperti diberitakan dalam Jpost, Senin (31/12/2012).
"Sebelum memutuskan melangkah ke meja perundingan, Hamas terlebih dahulu harus memastikan apakah mereka akan berhenti menembakkan roket ke wilayah Israel. Sebab, Israel akan selalu membalas serangan roket yang datang dari luar wilayah Israel," imbuh Perez.
Lebih lanjut Perez mengatakan, upaya perdamaian harus terus dilanjutkan, karena perdamaian bukan sekedar masalah politik, melainkan masalah prinsip.
"Israel seperti kebanyakan negara Arab lainnya, negara ini mengakhir konflik. Maka kita harus bekerja keras untuk mencapai perdamaian tersebut," pungkas Peres.
Seperti diketahui, perundingan damai antara Israel dan Palestina terhenti pada 2010 lalu, sejak Isreal melanjutkan pembangunan di wilayah Tepi Barat. Israel mengklaim wilayah E1 di Tepi Barat sebagai bagian dari wilayah yang berhasil mereka kuasai setelah perang pada 1967 lalu.
Namun, kesepakatan gecatan senjata antara Israel dan Palestina yang tertuang dalam hasil Konvensi Jenewa, melarang Israel melanjutan pembangunan di wilayah Tepi Barat.
"Tidak ada salahnya berunding dengan Hamas, namun Hamas mungkin tidak akan bersedia melakukannya. Pasalnya, Hamas harus menuhi tiga persyaratan yang ditetapkan oleh Kuartet Timur Tengah, yaitu penolakan terhadap terorisme, pengakuan atas keberadaan Israel, dan kemauan untuk bernegosiasi dengan Israel,” ungkap Peres seperti diberitakan dalam Jpost, Senin (31/12/2012).
"Sebelum memutuskan melangkah ke meja perundingan, Hamas terlebih dahulu harus memastikan apakah mereka akan berhenti menembakkan roket ke wilayah Israel. Sebab, Israel akan selalu membalas serangan roket yang datang dari luar wilayah Israel," imbuh Perez.
Lebih lanjut Perez mengatakan, upaya perdamaian harus terus dilanjutkan, karena perdamaian bukan sekedar masalah politik, melainkan masalah prinsip.
"Israel seperti kebanyakan negara Arab lainnya, negara ini mengakhir konflik. Maka kita harus bekerja keras untuk mencapai perdamaian tersebut," pungkas Peres.
Seperti diketahui, perundingan damai antara Israel dan Palestina terhenti pada 2010 lalu, sejak Isreal melanjutkan pembangunan di wilayah Tepi Barat. Israel mengklaim wilayah E1 di Tepi Barat sebagai bagian dari wilayah yang berhasil mereka kuasai setelah perang pada 1967 lalu.
Namun, kesepakatan gecatan senjata antara Israel dan Palestina yang tertuang dalam hasil Konvensi Jenewa, melarang Israel melanjutan pembangunan di wilayah Tepi Barat.
(esn)