Brahimi yakin perdamaian Suriah

Selasa, 01 Januari 2013 - 16:50 WIB
Brahimi yakin perdamaian...
Brahimi yakin perdamaian Suriah
A A A
Sindonews.com - Utusan internasional Lakhdar Brahimi yakin rencana damainya untuk Suriah akan mendapat dukungan dari kekuatan dunia, termasuk aliansi Suriah, Rusia. Dia juga memperingatkan perang Suriah semakin memburuk setiap hari. Komentar Brahimi muncul saat Rusia mengirim kapal perang ketiga ke pangkalan angkatan laut di Pelabuhan Tartus, Suriah, sebagai wujud kesiapan kemungkinan evakuasi warganya.

Selain itu, Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan kepada para pengungsi Suriah, bahwa kemenangan melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah ada di tangan. ”Situasi di Suriah sangat buruk dan semakin buruk setiap hari,” ungkap Brahimi di Kairo kemarin, dikutip AFP. Sebelumnya, dia berada di Moskow untuk memperingatkan bahwa rezim Assad menghadapi pilihan antara ”neraka dan proses politik”.

Brahimi mengaku telah menyusun rencana gencatan senjata yang dapat diadopsi komunitas internasional. ”Saya telah mendiskusikan rencana ini dengan Rusia dan Suriah.Saya pikir proposal ini dapat diadopsi komunitas internasional,” tutur utusan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) dan Liga Arab tersebut, tanpa memberikan rincian.

”Ada proposal untuk solusi politik berdasarkan deklarasi Jenewa untuk mengawasi gencatan senjata, membentuk pemerintahan dengan hak prerogatif penuh, serta berencana untuk pemilu parlemen dan presiden,” papar Brahimi, merujuk pada inisiatif perdamaian yang disepakati kekuatan dunia di Jenewa pada Juni lalu.

Rencana itu ditolak oposisi Suriah yang bersikeras bahwa Assad harus mundur terlebih dulu sebelum ada dialog nasional, seperti yang disarankan kesepakatan Jenewa. Sejauh ini, Rusia dan China mengeluarkan tiga veto untuk menolak draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang hendak menerapkan sanksi terhadap rezim Assad. Brahimi telah bertemu Menteri Luar Negeri (menlu) Rusia Sergei Lavrov di Moskow pekan lalu, untuk mempercepat upayanya menghentikan konflik di Suriah yang menewaskan 45.000 orang.

Pertemuan itu dilakukan setelah Rusia mulai menunjukkan sikap menjaga jarak terhadap pemerintahan Assad. Moskow juga telah mengerahkan kapal perang ketiga ke Mediterania timur pada Minggu (30/12), untuk kemungkinan evakuasi warga Rusia. Banyak warga Rusia itu merupakan perempuan yang menikah dengan pria Suriah selama Perang Dingin, saat hubungan kedua negara sangat dekat. Kapal Novocherkassk, kapal amfibi Azov, serta Nikolai Filchenkov telah menuju Suriah sejak Jumat (28/12) lalu.

Ketiga kapal itu akan berlabuh di Tartus dalam 10 hari pertama pada tahun baru. Tartus merupakan satu-satunya pangkalan Angkatan Laut Rusia di luar wilayah bekas Uni Soviet. Pangkalan ini dianggap sebagai aset yang sangat strategis bagi Moskow. Rusia dituduh menggunakan pangkalan itu untuk menyuplai pemerintahan Assad dengan perlengkapan militer.

PM Turki mengunjungi kamp pengungsi Suriah dekat perbatasan, dengan ditemani oposisi Ketua Koalisi Nasional Ahmed Moaz al-Khatib. ”Saya dapat melihat dengan jelas bahwa bantuan Tuhan itu dekat. Anda telah banyak menderita, tapi tidak putus asa,” tegas Erdogan. Turki saat ini menampung 150.000 pengungsi Suriah dan memberikan tempat berlindung bagi pemberontak.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
10 menit yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
40 menit yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
1 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
1 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved