Lanjutkan pembangunan, penduduk Tepi Barat hadapi penggusuran total
Senin, 31 Desember 2012 - 21:15 WIB
Lanjutkan pembangunan, penduduk Tepi Barat hadapi penggusuran total
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Israel untuk melanjutkan pembangunan ilegal di wilayah E1, yaitu Yarusalem dan di Tepi Barat membuat penduduk Desa Khirbet Zakaria, Tepi Barat, Palestina dihantui penggusuran total, Senin (31/12/2012).
"Tentara Israel tidak mengizinkan kami untuk mengembangkan infrastruktur seperti, sekolah, dan rumah sakit. Kami bahkan tidak bisa bergerak dengan bebas ke luar masuk desa tanpa diawasi tentara Israel," ungkap pendudul Desa Khirbet Zakaria.
Penduduk mengaku tidak punya pilihan lain selain membangun rumah dari kayu dan beratapkan seng karena mereka tidak diperbolehkan membangun rumah permenen. Kondisi demikian semakin menyiksa saat udara di musim dingin terus menurun. Selain itu, tentara Israel secara tidak langsung juga menghalangi penduduk untuk solat berjamaah, sebab penduduk Desa Khirbet Zakaria tidak diperbolehkan menyelesaikan pembangunan masjid.
"Semua sisi desa ini kini dikelilingi pemukiman Israel, aktivitas kehidupan sehari - hari semakin sulit khususnya bagi anak-anak. Mereka tidak punya halaman untuk bermain, mereka juga tidak lagi dapat pergi ke sekolah karena minimnya sarana transpotasi, sementara jalan menuju sekolah cukup jauh," turur seorang wanita dari Desa Khirbet Zakaria.
"Kami ingin kembali hidup normal, maka kami meminta pada masyarakat internasional untuk menghimbau Israel mengahiri pembangunan pemukiman ilegal ini," imbuh wanita tersebut.
Rencana pembangunan di sektor E1 sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Isreal. Namun tidak terealisasi karena Amerika Serikat (AS) telah berulang kali menentang rencana tersebut. Pasalnya hasil Konvensi Jenewa melarang Israel melanjutan pembangunan di wilayah Tepi Barat.
"Tentara Israel tidak mengizinkan kami untuk mengembangkan infrastruktur seperti, sekolah, dan rumah sakit. Kami bahkan tidak bisa bergerak dengan bebas ke luar masuk desa tanpa diawasi tentara Israel," ungkap pendudul Desa Khirbet Zakaria.
Penduduk mengaku tidak punya pilihan lain selain membangun rumah dari kayu dan beratapkan seng karena mereka tidak diperbolehkan membangun rumah permenen. Kondisi demikian semakin menyiksa saat udara di musim dingin terus menurun. Selain itu, tentara Israel secara tidak langsung juga menghalangi penduduk untuk solat berjamaah, sebab penduduk Desa Khirbet Zakaria tidak diperbolehkan menyelesaikan pembangunan masjid.
"Semua sisi desa ini kini dikelilingi pemukiman Israel, aktivitas kehidupan sehari - hari semakin sulit khususnya bagi anak-anak. Mereka tidak punya halaman untuk bermain, mereka juga tidak lagi dapat pergi ke sekolah karena minimnya sarana transpotasi, sementara jalan menuju sekolah cukup jauh," turur seorang wanita dari Desa Khirbet Zakaria.
"Kami ingin kembali hidup normal, maka kami meminta pada masyarakat internasional untuk menghimbau Israel mengahiri pembangunan pemukiman ilegal ini," imbuh wanita tersebut.
Rencana pembangunan di sektor E1 sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Isreal. Namun tidak terealisasi karena Amerika Serikat (AS) telah berulang kali menentang rencana tersebut. Pasalnya hasil Konvensi Jenewa melarang Israel melanjutan pembangunan di wilayah Tepi Barat.
(esn)