Tulang rusuk Mubarak retak
Sabtu, 29 Desember 2012 - 17:28 WIB
Tulang rusuk Mubarak retak
A
A
A
Sindonews.com – Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak kemarin dibawa ke rumah sakit militer karena kondisi kesehatannya memburuk. Tulang rusuknya retak dan paru-parunya mulai berisi cairan.
Mubarak telah dipindahkan dari penjara ke rumah sakit militer untuk menjalani perawatan. Kejaksaan Agung memerintahkan pemindahan Mubarak pada Kamis (27/12), sepekan setelah dia sempat dibawa ke rumah sakit akibat tergelincir di kamar mandi penjara dan kepalanya luka.
”Hasil pemeriksaan dengan sinar X menunjukkan beberapa tulang rusuk Mubarak retak akibat jatuh dan paru-parunya mulai berisi cairan,” ungkap laporan kantor berita Mesir, Mena, dikutip AFP.
Mena melaporkan, bahwa hasil pemeriksaan medis itu diperlukan untuk dokumen kejaksaan. Pengacara Mubarak menyatakan mantan orang paling berkuasa di Mesir itu dipindahkan ke rumah sakit karena tulang rusuknya retak, mengalami komplikasi paruparu, dan kepala pusing.
”Kondisi kesehatannya memburuk karena presiden jatuh pekan lalu,” kata pengacara Mohamed Abdel Razek. Mubarak dirawat di rumah sakit militer di wilayah Maadi, Kairo.
”Dia akan tinggal di sana sementara,” tutur sumber keamanan kepada Reuters. Tim pengacara Mubarak mendesak otoritas memindahkan dia dari rumah sakit penjara ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih baik.Mereka menganggap Mubarak tidak mendapat perawatan yang layak.
Mubarak menjalani hukuman seumur hidup atas perannya dalam pembunuhan para demonstran saat revolusi, yang berakhir dengan pengunduran dirinya pada Februari 2011.Dia akan kembali ke penjara setelah menjalani perawatan di rumah sakit militer.
Pengadilan memvonis Mubarak dengan hukuman penjara seumur hidup pada Juni lalu. Dia dianggap gagal mencegah pembunuhan terhadap para demonstran dalam 18 hari revolusi. Sebanyak 850 orang tewas dalam revolusi yang mengakhiri tiga dekade pemerintahannya tersebut. Sejak kejatuhannya dari kekuasaan, kesehatan Mubarak terus memburuk. Dia berulang kali menjalani perawatan kesehatan.
Dia menghabiskan waktu hampir satu bulan di rumah sakit setelah pingsan pada 19 Juni lalu.Media pemerintah sempat menyatakan dia secara klinis hampir mati.Sumber medis menyatakan dia masuk dalam kondisi koma sementara.
Selama Mubarak berkuasa, berita tentang kesehatan Mubarak sangat dibatasi oleh pemerintah. Pada 2004 lalu, dia menjalani operasi di Jerman karena piringan sendinya terkilir dan dia kembali ke Jerman pada Maret 2010 untuk dioperasi kandung kemihnya dan adanya tumor di usus kecil.
Nasib keluarga Mubarak saat ini juga menjadi bahan spekulasi banyak pihak. ”Jaksa Talaat Abdallah menyetujui permintaan otoritas investigasi korupsi untuk menyita dana dari dua rekening bank milik istri Mubarak, Suzanne, dan memindahkannya ke bank sentral,” ungkap laporan Mena.
Surat kabar al-Ahram menyatakan jumlah yang disita sebanyak USD4,4 juta. Mei 2011 lalu, Suzanne Mubarak dibebaskan dari tahanan atas tuduhan korupsi dan menyerahkan sejumlah asetnya pada negara. Dua putra Mubarak juga dipenjara dan menghadapi dakwaan korupsi. Keduanya menyangkal tuduhan tersebut.
Mubarak telah dipindahkan dari penjara ke rumah sakit militer untuk menjalani perawatan. Kejaksaan Agung memerintahkan pemindahan Mubarak pada Kamis (27/12), sepekan setelah dia sempat dibawa ke rumah sakit akibat tergelincir di kamar mandi penjara dan kepalanya luka.
”Hasil pemeriksaan dengan sinar X menunjukkan beberapa tulang rusuk Mubarak retak akibat jatuh dan paru-parunya mulai berisi cairan,” ungkap laporan kantor berita Mesir, Mena, dikutip AFP.
Mena melaporkan, bahwa hasil pemeriksaan medis itu diperlukan untuk dokumen kejaksaan. Pengacara Mubarak menyatakan mantan orang paling berkuasa di Mesir itu dipindahkan ke rumah sakit karena tulang rusuknya retak, mengalami komplikasi paruparu, dan kepala pusing.
”Kondisi kesehatannya memburuk karena presiden jatuh pekan lalu,” kata pengacara Mohamed Abdel Razek. Mubarak dirawat di rumah sakit militer di wilayah Maadi, Kairo.
”Dia akan tinggal di sana sementara,” tutur sumber keamanan kepada Reuters. Tim pengacara Mubarak mendesak otoritas memindahkan dia dari rumah sakit penjara ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih baik.Mereka menganggap Mubarak tidak mendapat perawatan yang layak.
Mubarak menjalani hukuman seumur hidup atas perannya dalam pembunuhan para demonstran saat revolusi, yang berakhir dengan pengunduran dirinya pada Februari 2011.Dia akan kembali ke penjara setelah menjalani perawatan di rumah sakit militer.
Pengadilan memvonis Mubarak dengan hukuman penjara seumur hidup pada Juni lalu. Dia dianggap gagal mencegah pembunuhan terhadap para demonstran dalam 18 hari revolusi. Sebanyak 850 orang tewas dalam revolusi yang mengakhiri tiga dekade pemerintahannya tersebut. Sejak kejatuhannya dari kekuasaan, kesehatan Mubarak terus memburuk. Dia berulang kali menjalani perawatan kesehatan.
Dia menghabiskan waktu hampir satu bulan di rumah sakit setelah pingsan pada 19 Juni lalu.Media pemerintah sempat menyatakan dia secara klinis hampir mati.Sumber medis menyatakan dia masuk dalam kondisi koma sementara.
Selama Mubarak berkuasa, berita tentang kesehatan Mubarak sangat dibatasi oleh pemerintah. Pada 2004 lalu, dia menjalani operasi di Jerman karena piringan sendinya terkilir dan dia kembali ke Jerman pada Maret 2010 untuk dioperasi kandung kemihnya dan adanya tumor di usus kecil.
Nasib keluarga Mubarak saat ini juga menjadi bahan spekulasi banyak pihak. ”Jaksa Talaat Abdallah menyetujui permintaan otoritas investigasi korupsi untuk menyita dana dari dua rekening bank milik istri Mubarak, Suzanne, dan memindahkannya ke bank sentral,” ungkap laporan Mena.
Surat kabar al-Ahram menyatakan jumlah yang disita sebanyak USD4,4 juta. Mei 2011 lalu, Suzanne Mubarak dibebaskan dari tahanan atas tuduhan korupsi dan menyerahkan sejumlah asetnya pada negara. Dua putra Mubarak juga dipenjara dan menghadapi dakwaan korupsi. Keduanya menyangkal tuduhan tersebut.
(esn)