Rusia desak Pemerintah Suriah berdialog dengan kaum pemberontak
Jum'at, 28 Desember 2012 - 17:47 WIB
Rusia desak Pemerintah Suriah berdialog dengan kaum pemberontak
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mendesak Pemerintah Suriah untuk melakukan dialog dengan kaum pemberontak. Hal ini perlu dilakukan untuk mengakhiri pertikaian bersenjata yang sudah berlangsung selama 21 bulan dan memakan korban 44 ribu jiwa.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, ia telah mendesak Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Makdad untuk melakukan dialog dengan kaum oposisi. "Kami secara aktif mendorong kepemimpinan Suriah untuk menyatakan kesiapannya berdialog dengan oposisi, kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/12/2012).
Meski meminta Pemerintah Suriah untuk membuka pintu dialog, namun Lavrov menyatakan bahwa posisi Rusia dalam konflik Suriah tidak berubah. Rusia tak mau menuruti keinginan dunia internasional, yang meminta Rusia untuk melakukan tekanan pada Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan meminta sang Presiden untuk mundur dari posisinya.
"Masyarakat internasional tidak harus mendorong kedua sisi ke arah kekerasan atau menimbulkan kondisi awal," kata Lavrov. "Dengan segala hormat kepada masyarakat internasional, orang-orang Suriah yang harus memutuskan nasib Assad,” tandas Lavrov.
Pada Sabtu 29 Desember, Rusia akan menjadi tuan rumah dalam upaya baru untuk mengakhiri perang saudara di Suriah. Sebelumnya, seorang pejabat Rusia mengatakan, bahwa Moskow juga telah mengirim undangan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan kepala Koalisi oposisi Nasional Suriah.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, ia telah mendesak Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Makdad untuk melakukan dialog dengan kaum oposisi. "Kami secara aktif mendorong kepemimpinan Suriah untuk menyatakan kesiapannya berdialog dengan oposisi, kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/12/2012).
Meski meminta Pemerintah Suriah untuk membuka pintu dialog, namun Lavrov menyatakan bahwa posisi Rusia dalam konflik Suriah tidak berubah. Rusia tak mau menuruti keinginan dunia internasional, yang meminta Rusia untuk melakukan tekanan pada Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan meminta sang Presiden untuk mundur dari posisinya.
"Masyarakat internasional tidak harus mendorong kedua sisi ke arah kekerasan atau menimbulkan kondisi awal," kata Lavrov. "Dengan segala hormat kepada masyarakat internasional, orang-orang Suriah yang harus memutuskan nasib Assad,” tandas Lavrov.
Pada Sabtu 29 Desember, Rusia akan menjadi tuan rumah dalam upaya baru untuk mengakhiri perang saudara di Suriah. Sebelumnya, seorang pejabat Rusia mengatakan, bahwa Moskow juga telah mengirim undangan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan kepala Koalisi oposisi Nasional Suriah.
(esn)