Terinfeksi flu babi, 4 warga Palestina meninggal
Jum'at, 28 Desember 2012 - 17:31 WIB
Terinfeksi flu babi, 4 warga Palestina meninggal
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Kesehatan Palestina mengatakan, seorang gadis berusia 15 tahun meninggal akibat komplikasi, setelah sebelumnya terinveksi flu babi atau yang disebut H1N1, Rabu (26/12/2012). Dengan meninggalnya gadis ini, maka jumlah korban tewas akibat flu babi di Tepi Barat, Palestina, telah bertambah menjadi 4 orang.
"Korban tewas akibat terinfeksi flu babi sejak memasuki musim dingin telah bertambah menjadi 4 orang. Sementara itu, sudah 160 orang warga di wilayah utara Palestina, khususnya di Jenin yang mengidap gejala terinfeksi virus flu babi," ungkap Assad al-Ramlawi, Dirjen Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dilansir dari kantor berita Palestina, Maan.
Ramlawi mengatakan, flu babi merupakan penyakit musiman yang biasa mewabah saat musim dingin. Guna mengantisipasi penyebaran wabah ini, pemerintah telah membentuk sebuah tim medis dan menyediakan sejumlah obat-obatan bagi mereka yang tertular.
Dia juga menghimbau semua orang yang sakit, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah untuk segera mendatangi rumah sakit dan meminta antibiotik.
Ramlawi menambahkan, korban meninggal ketiga merupakan seorang ibu hamil. Sementara itu, pejabat Pelestina mengatakan, sudah 40 orang yang terinfeksi flu babi dan menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Tepi Barat.
Pasien yang menderita flu babi biasanya menderita demam, batuk, sakit kepala, lemah, nyeri otot dan sendi, dan sakit tenggorokan. Virus ini umumnya tidak mudah ditularkan dari babi ke manusia, namun mereka yang sering berinteraksi dengan babi, berpotensi tertular wabah ini.
"Korban tewas akibat terinfeksi flu babi sejak memasuki musim dingin telah bertambah menjadi 4 orang. Sementara itu, sudah 160 orang warga di wilayah utara Palestina, khususnya di Jenin yang mengidap gejala terinfeksi virus flu babi," ungkap Assad al-Ramlawi, Dirjen Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dilansir dari kantor berita Palestina, Maan.
Ramlawi mengatakan, flu babi merupakan penyakit musiman yang biasa mewabah saat musim dingin. Guna mengantisipasi penyebaran wabah ini, pemerintah telah membentuk sebuah tim medis dan menyediakan sejumlah obat-obatan bagi mereka yang tertular.
Dia juga menghimbau semua orang yang sakit, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah untuk segera mendatangi rumah sakit dan meminta antibiotik.
Ramlawi menambahkan, korban meninggal ketiga merupakan seorang ibu hamil. Sementara itu, pejabat Pelestina mengatakan, sudah 40 orang yang terinfeksi flu babi dan menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Tepi Barat.
Pasien yang menderita flu babi biasanya menderita demam, batuk, sakit kepala, lemah, nyeri otot dan sendi, dan sakit tenggorokan. Virus ini umumnya tidak mudah ditularkan dari babi ke manusia, namun mereka yang sering berinteraksi dengan babi, berpotensi tertular wabah ini.
(esn)