Milisi Irak minta Turki tak campuri masalah negaranya
Jum'at, 28 Desember 2012 - 14:43 WIB
Milisi Irak minta Turki tak campuri masalah negaranya
A
A
A
Sindonews.com - Milisi Irak mengancam akan menyerang semua kepentingan Turki di Irak jika mereka terus ikut campur masalah dalam negeri Irak secara terang-terangan.
Ancaman tersebut merupakan tanggapan mereka atas tuduhan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri (PM) Turki, Recep Tayyip Erdogan, awal pekan ini. Erdogan menuduh PM Irak Nuri al-Maliki telah memimpin dengan cara yang sektarian dan memperingatkan hal tersebut akan membuat nasib Irak sama seperti Suriah.
"Kami menyangkal dan mengecam komentar yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Turki. Mereka sudah terang-terangaan mencoba ikut campur masalah dalam negeri Irak," ungkap Asaib al-Haq kelompok milisi Irak dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat (28/12/2012).
"Setiap upaya untuk menghancurkan persatuan nasional melalui isu sektarian dan menyebarkan kerusakan kepentingan Irak bersama, apapun itu tdak akan aman dari bahaya," lanjut isi pernyataan tersebut.
Hubungan diplomatik antara Irak dan Turki memang mulai merenggang sejak awal tahun lalu. Irak tidak terima dengan sikap pemerintah Turki yang memberikan dukungan dalam bentuk perlindungan kepada mantan wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashemi
Hubungan diplomatik antara kedua belah pihak semakin meregang setelah serangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Turki ke wilayah Utara Irak. Tidak terima dengan serangan tersebut, pemerintah Irak memanggil duta besar Turki untuk Irak untuk segera mengatasi serangan tersebut.
Ancaman tersebut merupakan tanggapan mereka atas tuduhan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri (PM) Turki, Recep Tayyip Erdogan, awal pekan ini. Erdogan menuduh PM Irak Nuri al-Maliki telah memimpin dengan cara yang sektarian dan memperingatkan hal tersebut akan membuat nasib Irak sama seperti Suriah.
"Kami menyangkal dan mengecam komentar yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Turki. Mereka sudah terang-terangaan mencoba ikut campur masalah dalam negeri Irak," ungkap Asaib al-Haq kelompok milisi Irak dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat (28/12/2012).
"Setiap upaya untuk menghancurkan persatuan nasional melalui isu sektarian dan menyebarkan kerusakan kepentingan Irak bersama, apapun itu tdak akan aman dari bahaya," lanjut isi pernyataan tersebut.
Hubungan diplomatik antara Irak dan Turki memang mulai merenggang sejak awal tahun lalu. Irak tidak terima dengan sikap pemerintah Turki yang memberikan dukungan dalam bentuk perlindungan kepada mantan wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashemi
Hubungan diplomatik antara kedua belah pihak semakin meregang setelah serangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Turki ke wilayah Utara Irak. Tidak terima dengan serangan tersebut, pemerintah Irak memanggil duta besar Turki untuk Irak untuk segera mengatasi serangan tersebut.
(esn)