Politisi sayap kanan Belanda akan prioritaskan kebijakan anti Islam
Kamis, 27 Desember 2012 - 23:05 WIB
Politisi sayap kanan Belanda akan prioritaskan kebijakan anti Islam
A
A
A
Sindonews.com – Politisi Belanda Geert Wilders, yang juga pemimpin partai sayap kanan, Freedom PVV menyatakan bahwa kebijakan anti-Islam akan menjadi prioritas utama partainya pada 2013 mendatang.
“Selanjutnya, untuk semua hal tentang Eropa dan situasi ekonomi rakyat akan mendengar perlawanan kami terhadap 'Islamisasi' d Belanda," kata Wilders dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Belanda, NOS, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (27/12/2012).
"Saya akan mengintensifkan pertempuran ini. Tak hanya di Belanda, tetapi juga di kancah internasional, dari Australia, Amerika Serikat, Swiss, atau di tempat lain," tambahnya. Menurut Wilders, kebjiakan anti Islam adalah misi hidupnya.
Pada 2010, partai Freedom PVV memenangkan 24 kursi di Parlemen Belanda. Partai ini mendulang suara sebagai akibat dari retorika anti-Islam yang mereka usung. Sebagai partai minoritas, Freedom PVV menyumbang dukungan dalam kabinet Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte yang jatuh pada April lalu.
Dalam pemilihan parlemen yang diselenggarakan pada September 2012, Freedom PVV hanya mendapat jatah 15 kursi di parlemen.
“Selanjutnya, untuk semua hal tentang Eropa dan situasi ekonomi rakyat akan mendengar perlawanan kami terhadap 'Islamisasi' d Belanda," kata Wilders dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Belanda, NOS, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (27/12/2012).
"Saya akan mengintensifkan pertempuran ini. Tak hanya di Belanda, tetapi juga di kancah internasional, dari Australia, Amerika Serikat, Swiss, atau di tempat lain," tambahnya. Menurut Wilders, kebjiakan anti Islam adalah misi hidupnya.
Pada 2010, partai Freedom PVV memenangkan 24 kursi di Parlemen Belanda. Partai ini mendulang suara sebagai akibat dari retorika anti-Islam yang mereka usung. Sebagai partai minoritas, Freedom PVV menyumbang dukungan dalam kabinet Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte yang jatuh pada April lalu.
Dalam pemilihan parlemen yang diselenggarakan pada September 2012, Freedom PVV hanya mendapat jatah 15 kursi di parlemen.
(esn)