Moskow bantah rencana Rusia-AS untuk krisis Suriah
Kamis, 27 Desember 2012 - 23:03 WIB
Moskow bantah rencana Rusia-AS untuk krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri Rusia membantah telah membuat rencana bersama dengan Amerika Serikat (AS) untuk memecahkan krisis Suriah. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, Kamis (27/12/2012).
“Rusia secara ketat mengikuti perjanjian Jenewa dan tidak berkoordinasi dengan AS untuk menyelesaikan krisis di Suriah,” kata Lukashevich dalam sebuah konferensi pers. "Tidak ada rencana seperti itu dan belum dipertimbangkan," lanjut Lukashevich.
Dia mengatakan, bahwa Moskow hanya membahas masalah Suriah dengan utusan internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi. Pembicaraan dengan Brahimi dilakukan untuk membahas cara-cara menerapkan perjanjian Jenewa oleh kekuatan-kekuatan di dunia untuk krisis Suriah.
Menurutnya, Brahimi akan mengunjungi Moskow pada Sabtu 28 Desember untuk mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
"Kami berencana untuk membahas seluruh rentang isu yang berkaitan dengan politik dan diplomatik pemukiman di Suriah, termasuk upaya yang baru-baru ini dilakukan Brahimi untuk menghentikan kekerasan dan meluncurkan dialog nasional yang komprehensif antara pemerintah dan oposisi di Suriah,” jelas Lukashevich.
Mengomentari laporan bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap oposisi, Lukashevich mengatakan, laporan tersebut ditujukan untuk memprovokasi intervensi asing dalam krisis Suriah.
“Rusia akan melanjutkan upaya untuk menghubungi Pemerintah dan kaum oposisi Suriah. Masa depan Suriah harus diputuskan oleh rakyatnya sendiri,” lanjut Lukashevich.
“Rusia secara ketat mengikuti perjanjian Jenewa dan tidak berkoordinasi dengan AS untuk menyelesaikan krisis di Suriah,” kata Lukashevich dalam sebuah konferensi pers. "Tidak ada rencana seperti itu dan belum dipertimbangkan," lanjut Lukashevich.
Dia mengatakan, bahwa Moskow hanya membahas masalah Suriah dengan utusan internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi. Pembicaraan dengan Brahimi dilakukan untuk membahas cara-cara menerapkan perjanjian Jenewa oleh kekuatan-kekuatan di dunia untuk krisis Suriah.
Menurutnya, Brahimi akan mengunjungi Moskow pada Sabtu 28 Desember untuk mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
"Kami berencana untuk membahas seluruh rentang isu yang berkaitan dengan politik dan diplomatik pemukiman di Suriah, termasuk upaya yang baru-baru ini dilakukan Brahimi untuk menghentikan kekerasan dan meluncurkan dialog nasional yang komprehensif antara pemerintah dan oposisi di Suriah,” jelas Lukashevich.
Mengomentari laporan bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap oposisi, Lukashevich mengatakan, laporan tersebut ditujukan untuk memprovokasi intervensi asing dalam krisis Suriah.
“Rusia akan melanjutkan upaya untuk menghubungi Pemerintah dan kaum oposisi Suriah. Masa depan Suriah harus diputuskan oleh rakyatnya sendiri,” lanjut Lukashevich.
(esn)