Rakyat Turki protes penempatan rudal patriot di perbatasan
Kamis, 27 Desember 2012 - 19:14 WIB
Rakyat Turki protes penempatan rudal patriot di perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan penduduk Turki turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Ankara, Turki, Rabu (26/12/2012). Mereka memprotes rencana pemerintah untuk menempatkan sistem pertahanan rudal patriot di sepanjang 900 km wilayah perbatasan Turki-Suriah.
"Pemerintah hanya berusaha menyenangkan Amerika Serikat (AS), itu alasan mengapa menempatkan rudal patriot diperbatasan Suriah dan Turki," ungkap salah seorang pengunjuk rasa seperti dilansir Presstv, Kamis (27/12/2012).
Sejumlah pengunjuk rasa juga meminta NATO pulang ke pangkalan, mereka meneriakan "NATO pulang sana," "Kami tidak menginginkan perang,"
Para pengunjuk rasa menuduh AS mencoba mencuri sumber daya dari wilayah Timur Tengah. "Kami menantang penjajahan dan kami orang Turki akan mencegah AS melakukan penjajahan," teriak para pengunjuk rasa.
Aksi unjuk rasa tersebut terjadi setelah NATO mengumumkan bahwa dalam beberapa pekan mendatang mereka akan menempatkan sejumlah rudal pertahanan patriot di tiga kota di Turki.
"Tiga negara akan mengerahkan sistem pertahanan rudal di tiga wilayah berbeda. Jerman di Kahramanmaras, Belanda di Adana, sementara AS di Gaziantep," ungkap pasukan NATO dalam sebuah pernyataan.
Unjuk rasa ini ini merupakan unjuk rasa kedua yang digelar oleh warga Turki. Awal pekan lalu, mereka menentang campur tangan pemerintah Turki atas perang yang terjadi di Suriah. Sejumlah anggota oposisi Turki dari Partai Rakyat Republik (CHP) mengatakan, militan Libya dan Saudi Arabia bebas melintasi perbatasan Turki untuk masuk ke Suriah.
"Pemerintah hanya berusaha menyenangkan Amerika Serikat (AS), itu alasan mengapa menempatkan rudal patriot diperbatasan Suriah dan Turki," ungkap salah seorang pengunjuk rasa seperti dilansir Presstv, Kamis (27/12/2012).
Sejumlah pengunjuk rasa juga meminta NATO pulang ke pangkalan, mereka meneriakan "NATO pulang sana," "Kami tidak menginginkan perang,"
Para pengunjuk rasa menuduh AS mencoba mencuri sumber daya dari wilayah Timur Tengah. "Kami menantang penjajahan dan kami orang Turki akan mencegah AS melakukan penjajahan," teriak para pengunjuk rasa.
Aksi unjuk rasa tersebut terjadi setelah NATO mengumumkan bahwa dalam beberapa pekan mendatang mereka akan menempatkan sejumlah rudal pertahanan patriot di tiga kota di Turki.
"Tiga negara akan mengerahkan sistem pertahanan rudal di tiga wilayah berbeda. Jerman di Kahramanmaras, Belanda di Adana, sementara AS di Gaziantep," ungkap pasukan NATO dalam sebuah pernyataan.
Unjuk rasa ini ini merupakan unjuk rasa kedua yang digelar oleh warga Turki. Awal pekan lalu, mereka menentang campur tangan pemerintah Turki atas perang yang terjadi di Suriah. Sejumlah anggota oposisi Turki dari Partai Rakyat Republik (CHP) mengatakan, militan Libya dan Saudi Arabia bebas melintasi perbatasan Turki untuk masuk ke Suriah.
(esn)