Rusia akan jadi tuan rumah perundingan damai Suriah
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:35 WIB
Rusia akan jadi tuan rumah perundingan damai Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Rusia akan menjadi tuan rumah perundingan damai konflik di Suriah. Hal ini diungkapkan oleh utusan khusus internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, Kamis (27/12/2012). Menurut Brahimi, dipilihnya Rusia setelah para pejabat Suriah mengadakan pembicaraan pendahuluan di Moskow.
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Makdad dan sejumlah stafnya telah mengadakan pembicaraan di Kementerian Luar Negeri Rusia selama kurang dari dua jam pada hari ini. Namun, Makdad menolak memberikan rincian dari pembicaraan itu.
Sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia telah mengatakan sebelumnya, bahwa Makdad akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Utusan Rusia untuk urusan Timur Tengah, Mikhail Bogdanov.
Menurut kantor berita Reuters, sumber-sumber di Suriah dan Libanon mengatakan, Makdad telah dikirim ke Moskow untuk membahas rincian rencana perdamaian yang diusulkan oleh Brahimi.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 21 bulan. Selama kurun itu, sudah 44 ribu warga Suriah yang tewas. Tekanan yang dilancarkan kaum pemberontak telah menyebabkan rezim Presiden Bashar al-Assad kehilangan kontrol di beberapa wilayah.
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Makdad dan sejumlah stafnya telah mengadakan pembicaraan di Kementerian Luar Negeri Rusia selama kurang dari dua jam pada hari ini. Namun, Makdad menolak memberikan rincian dari pembicaraan itu.
Sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia telah mengatakan sebelumnya, bahwa Makdad akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Utusan Rusia untuk urusan Timur Tengah, Mikhail Bogdanov.
Menurut kantor berita Reuters, sumber-sumber di Suriah dan Libanon mengatakan, Makdad telah dikirim ke Moskow untuk membahas rincian rencana perdamaian yang diusulkan oleh Brahimi.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 21 bulan. Selama kurun itu, sudah 44 ribu warga Suriah yang tewas. Tekanan yang dilancarkan kaum pemberontak telah menyebabkan rezim Presiden Bashar al-Assad kehilangan kontrol di beberapa wilayah.
(esn)