Dijebak, dua personel pemadam kebakaran AS ditembak
Rabu, 26 Desember 2012 - 15:53 WIB
Dijebak, dua personel pemadam kebakaran AS ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Dua personel pemadam kebakaran tewas ditembak dan dua petugas lain terluka pada Senin (24/12) waktu setempat. Polisi menduga, para petugas pemadam kebakaran itu dijebak oleh kakek berusia 62 tahun yang akhirnya bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya. Tragedi itu berlangsung hanya sekitar sepekan setelah penembakan massal di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, yang menewaskan 20 siswa sekolah.
Insiden penembakan anggota pemadam kebakaran itu juga kembali memanaskan isu pelarangan penjualan senjata senapan serbu bagi warga sipil dan pengetatan kepemilikan senjata api. ”Tragedi penembakan dua petugas pemadam kebakaran itu seperti sebuah jebakan yang dibuat oleh pemilik rumah,” ujar Kepala Polisi Webster, Gerald Pickering, dikutip AFP. Namun, polisi belum mengetahui motif pelaku.
”Orang yang bangun di tengah malam untuk memadamkan api, mereka tidak mengira bakal ditembak dan dibunuh. Kami adalah komunitas cinta damai, tragedi ini seperti horor,” papar Pickering. Polisi mengidentifikasi penembak dan pemilik rumah itu adalah William Spengler.
Pria itu ternyata sengaja membakar rumahnya dan menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran di ketinggian. Rumahnya dibakar untuk menjebak para pemadam agar datang. Saat pemadam datang, dia memberondong mereka dengan peluru.
Dua personel pemadam kebakaran malang itu diketahui bernama Tomasz Kaczowka dan Mike Chiapperini. Dua anggota lain, Joseph Hofsetter dan Theodore Scardino, terluka dalam insiden itu.Mereka kini dirawat di Strong Memorial Hospital dan diharapkan bisa cepat pulih. Insiden ini terjadi pada Senin pagi waktu setempat di Lake Road,West Webster,New York.
”Sempat terjadi baku tembak antara polisi dan Spengler. Lelaki tua itu tertembak dan kemudian bunuh diri,”kata Pickering. Gubernur New York, Andrew Cuomo, dalam akun Twitter-nya menyatakan belasungkawanya atas peristiwa tersebut. ”Kami komunitas #NY menyatakan belasungkawa karena dua keluarga tengah berduka dan harus menghabiskan liburan tanpa orang-orang tercinta,” tulis Cuomo.
Sementara, polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan mencari tahu motif aksi gila Spengler. Spengler mempunyai catatan kriminal. Pada 1981 dia dipenjara karena membunuh neneknya yang berusia 92 tahun dengan palu pada 1980.
Delapan belas tahun kemudian, 1998, dia bebas. Insiden penembakan terpisah juga terjadi di Houston, Texas. Seorang petugas polisi yang sedang bertugas ditembak mati pada Senin (24/12).
Dia tembak oleh seorang pengendara mobil. Selain itu, di Wisconsin pada hari yang sama seorang polisi wanita ditemukan tewas ditembak di Kota Wauwatosa. Peristiwa kali ini menambah suram catatan kriminal di Amerika Serikat.
Sebelumnya, hampir dua pekan lalu, penembakan terjadi di SD Sandy Hook, Connecticut, yang menewaskan 27 orang termasuk pelaku.Awal bulan ini penembakan juga terjadi di mal di Oregon yang menewaskan dua orang.
Insiden penembakan anggota pemadam kebakaran itu juga kembali memanaskan isu pelarangan penjualan senjata senapan serbu bagi warga sipil dan pengetatan kepemilikan senjata api. ”Tragedi penembakan dua petugas pemadam kebakaran itu seperti sebuah jebakan yang dibuat oleh pemilik rumah,” ujar Kepala Polisi Webster, Gerald Pickering, dikutip AFP. Namun, polisi belum mengetahui motif pelaku.
”Orang yang bangun di tengah malam untuk memadamkan api, mereka tidak mengira bakal ditembak dan dibunuh. Kami adalah komunitas cinta damai, tragedi ini seperti horor,” papar Pickering. Polisi mengidentifikasi penembak dan pemilik rumah itu adalah William Spengler.
Pria itu ternyata sengaja membakar rumahnya dan menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran di ketinggian. Rumahnya dibakar untuk menjebak para pemadam agar datang. Saat pemadam datang, dia memberondong mereka dengan peluru.
Dua personel pemadam kebakaran malang itu diketahui bernama Tomasz Kaczowka dan Mike Chiapperini. Dua anggota lain, Joseph Hofsetter dan Theodore Scardino, terluka dalam insiden itu.Mereka kini dirawat di Strong Memorial Hospital dan diharapkan bisa cepat pulih. Insiden ini terjadi pada Senin pagi waktu setempat di Lake Road,West Webster,New York.
”Sempat terjadi baku tembak antara polisi dan Spengler. Lelaki tua itu tertembak dan kemudian bunuh diri,”kata Pickering. Gubernur New York, Andrew Cuomo, dalam akun Twitter-nya menyatakan belasungkawanya atas peristiwa tersebut. ”Kami komunitas #NY menyatakan belasungkawa karena dua keluarga tengah berduka dan harus menghabiskan liburan tanpa orang-orang tercinta,” tulis Cuomo.
Sementara, polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan mencari tahu motif aksi gila Spengler. Spengler mempunyai catatan kriminal. Pada 1981 dia dipenjara karena membunuh neneknya yang berusia 92 tahun dengan palu pada 1980.
Delapan belas tahun kemudian, 1998, dia bebas. Insiden penembakan terpisah juga terjadi di Houston, Texas. Seorang petugas polisi yang sedang bertugas ditembak mati pada Senin (24/12).
Dia tembak oleh seorang pengendara mobil. Selain itu, di Wisconsin pada hari yang sama seorang polisi wanita ditemukan tewas ditembak di Kota Wauwatosa. Peristiwa kali ini menambah suram catatan kriminal di Amerika Serikat.
Sebelumnya, hampir dua pekan lalu, penembakan terjadi di SD Sandy Hook, Connecticut, yang menewaskan 27 orang termasuk pelaku.Awal bulan ini penembakan juga terjadi di mal di Oregon yang menewaskan dua orang.
(esn)