Hillary masih sakit
Jum'at, 21 Desember 2012 - 18:04 WIB
Hillary masih sakit
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton masih sakit dan tidak mampu melakukan perjalanan selama beberapa pekan mendatang. Kabar tersebut diungkapkan Philippe Reines, ajudan terdekat Hillary.
Hillary memegang rekor sebagai Menlu AS yang paling banyak melakukan perjalanan keliling dunia. Karena kesehatannya memburuk, dia harus beristirahat total saat ini. “Mengingat kondisinya, dokter menyarankan Hillary agar tidak melakukan penerbangan dalam durasi apa pun selama beberapa pekan mendatang. Jadi, kami tidak merencanakan perjalanan apa pun hingga pertengahan Januari,“ kata Reines, dikutip AFP.
Kabar ini menjadi pukulan keras bagi Hillary yang telah melakukan perjalanan hampir satu juta mil sejak menjabat empat tahun lalu. Dia telah mengunjungi 112 negara dan menghabiskan sekitar 400 hari di pesawat. Hillary, 65, mengambil cuti sakit sejak awal Desember, setelah dia terjangkit virus di perut selama perjalanan lima hari ke Eropa. Dia harus membatalkan rencana perjalanan ke Afrika Utara dan Abu Dhabi karena sakit.
Akhir pekan lalu, dokter yang menangani Hillary mengatakan, bahwa Menlu AS itu mengalami dehidrasi akibat efek dari sakit perut dan pingsan, sehingga menderita gegar otak. Dokter merekomendasikan Hillary beristirahat di rumah selama dua pekan dan tidak bekerja, meskipun dia tetap berhubungan dengan stafnya melalui telepon dan email pekan ini.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Victoria Nuland, Selasa (18/12) lalu, membantah tudingan bahwa Hillary hanya berpura-pura sakit agar dapat menghindari panggilan parlemen untuk memberi kesaksian pekan ini.“Menlu telah mempersiapkan kesaksian itu. Dia masih siap,“ kata Nuland.
Hillary memegang rekor sebagai Menlu AS yang paling banyak melakukan perjalanan keliling dunia. Karena kesehatannya memburuk, dia harus beristirahat total saat ini. “Mengingat kondisinya, dokter menyarankan Hillary agar tidak melakukan penerbangan dalam durasi apa pun selama beberapa pekan mendatang. Jadi, kami tidak merencanakan perjalanan apa pun hingga pertengahan Januari,“ kata Reines, dikutip AFP.
Kabar ini menjadi pukulan keras bagi Hillary yang telah melakukan perjalanan hampir satu juta mil sejak menjabat empat tahun lalu. Dia telah mengunjungi 112 negara dan menghabiskan sekitar 400 hari di pesawat. Hillary, 65, mengambil cuti sakit sejak awal Desember, setelah dia terjangkit virus di perut selama perjalanan lima hari ke Eropa. Dia harus membatalkan rencana perjalanan ke Afrika Utara dan Abu Dhabi karena sakit.
Akhir pekan lalu, dokter yang menangani Hillary mengatakan, bahwa Menlu AS itu mengalami dehidrasi akibat efek dari sakit perut dan pingsan, sehingga menderita gegar otak. Dokter merekomendasikan Hillary beristirahat di rumah selama dua pekan dan tidak bekerja, meskipun dia tetap berhubungan dengan stafnya melalui telepon dan email pekan ini.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Victoria Nuland, Selasa (18/12) lalu, membantah tudingan bahwa Hillary hanya berpura-pura sakit agar dapat menghindari panggilan parlemen untuk memberi kesaksian pekan ini.“Menlu telah mempersiapkan kesaksian itu. Dia masih siap,“ kata Nuland.
(esn)