Israel minta PBB akui Hizbullah sebagai organisai teroris
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:55 WIB
Israel minta PBB akui Hizbullah sebagai organisai teroris
A
A
A
Sindonews.com - Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB mengirimkan surat keluhan pada Dewan Keamanan PBB tentang Hizbullah, Jumat (21/12/2012). Dalam surat itu, Prosor menuntut DK PBB menegakkan Resolusi DK PBB 1701, yang berisi seruan untuk melucuti Hizbullah dan melarang organisasi tersebut membawa senjata ke dekat perbatasan Lebanon-Israel.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi sejumlah negara Eropa untuk mengakui Hizbullah sebagai organisasi teroris internasional," ungkap Prosor dalam surat yang dilayangkan pada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Prosor mengatakan, Hizbullah terus memperluas cadangan persenjataan mereka dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. "Lebih dari 50 ribu roket Hizbullah mengancam Israel dan seluruh negara di kawasan ini," lanjutnya.
Prosor mengingatkan PBB, bahwa negara di kawasan itu harus waspada akan kemungkinan meledaknya gudang amuisi milik Hizbullah. Pasalnya, di awal pekan ini sebuah gudang senjata milik Hizbullah yang berada di dekat pemukiman penduduk Lebanon, meledak.
Pihak Hizbullah menyangkal ledakan tersebut. Menurut mereka, gudang senjata yang berada di Kota pelabuhan Tyre itu bukan meledak, melainkan dibom oleh pesawat Israel.
Israel memperkirakan, Hizbullah tidak hanya menyimpan stok amunisi dan senjata, tapi juga telah membangun gudang yang memuat lebih dari 60 ribu rudal. Sementara itu, Kepala Angkatan Udara Israel, Amir Eshel mengatakan, kekhawatiran terbesar bagi Israel adalah jika drone Hizbullah masuk ke wilayah Israel.
Israel juga khawatir jika Hizbullah memiliki senjata kimia. Pasalnya, The Washington Post pada awal pekan ini memberitakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah memindahkan senjata kimianya ke Lebanon.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi sejumlah negara Eropa untuk mengakui Hizbullah sebagai organisasi teroris internasional," ungkap Prosor dalam surat yang dilayangkan pada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Prosor mengatakan, Hizbullah terus memperluas cadangan persenjataan mereka dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. "Lebih dari 50 ribu roket Hizbullah mengancam Israel dan seluruh negara di kawasan ini," lanjutnya.
Prosor mengingatkan PBB, bahwa negara di kawasan itu harus waspada akan kemungkinan meledaknya gudang amuisi milik Hizbullah. Pasalnya, di awal pekan ini sebuah gudang senjata milik Hizbullah yang berada di dekat pemukiman penduduk Lebanon, meledak.
Pihak Hizbullah menyangkal ledakan tersebut. Menurut mereka, gudang senjata yang berada di Kota pelabuhan Tyre itu bukan meledak, melainkan dibom oleh pesawat Israel.
Israel memperkirakan, Hizbullah tidak hanya menyimpan stok amunisi dan senjata, tapi juga telah membangun gudang yang memuat lebih dari 60 ribu rudal. Sementara itu, Kepala Angkatan Udara Israel, Amir Eshel mengatakan, kekhawatiran terbesar bagi Israel adalah jika drone Hizbullah masuk ke wilayah Israel.
Israel juga khawatir jika Hizbullah memiliki senjata kimia. Pasalnya, The Washington Post pada awal pekan ini memberitakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah memindahkan senjata kimianya ke Lebanon.
(esn)