Kelompok bersenjata Nigeria culik insinyur Perancis
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:31 WIB
Kelompok bersenjata Nigeria culik insinyur Perancis
A
A
A
Sindonews.com – Sekitar 30 pria bersenjata menyerang sebuah rumah di negara bagian Katsina, sebelah utara Nigeria, Kamis (20/12/2012). Rumah ini dihuni oleh pekerja asing yang bekerja untuk perusahaan Perancis, Vergnet. Dalam aksi ini, kelompok bersenjata itu menculik seorang insinyur Perancis.
Menurut pernyataan Vergnet, seperti dikutip dari Naharnet, insinyur yang diculik adalah seorang kontraktor yang bekerja untuk perusahaan yang mengkhususkan diri dalam energi alternatif dan memiliki proyek pembangkit tenaga angin di Katsina.
Selain menculik seorang insinyur Perancis, para penyerang juga menewaskan seorang penjaga keamanan dan menembaki pintu gerbang menuju halaman rumah. “Selain satu tewas, seorang penjaga keamanan lainnya juga terluka dalam serangan ini,” kata Kepala Polisi negara bagian Katsina, Abdullahi Magaji.
"Dalam perjalanan keluar dari Katsina, para pria bersenjata ini juga melemparkan bahan peledak ke kantor polisi. Hal ini mereka lakukan untuk mengalihkan perhatian polisi yang mengejar mereka," lanjut Magaji.
Kepala polisi itu mengatakan, insinyur Perancis yang diculik itu baru saja tiba kembali di Nigeria, setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri. Hingga kini, belum diketahui dari kelompok mana para penculik itu berasal.
Menurut pernyataan Vergnet, seperti dikutip dari Naharnet, insinyur yang diculik adalah seorang kontraktor yang bekerja untuk perusahaan yang mengkhususkan diri dalam energi alternatif dan memiliki proyek pembangkit tenaga angin di Katsina.
Selain menculik seorang insinyur Perancis, para penyerang juga menewaskan seorang penjaga keamanan dan menembaki pintu gerbang menuju halaman rumah. “Selain satu tewas, seorang penjaga keamanan lainnya juga terluka dalam serangan ini,” kata Kepala Polisi negara bagian Katsina, Abdullahi Magaji.
"Dalam perjalanan keluar dari Katsina, para pria bersenjata ini juga melemparkan bahan peledak ke kantor polisi. Hal ini mereka lakukan untuk mengalihkan perhatian polisi yang mengejar mereka," lanjut Magaji.
Kepala polisi itu mengatakan, insinyur Perancis yang diculik itu baru saja tiba kembali di Nigeria, setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri. Hingga kini, belum diketahui dari kelompok mana para penculik itu berasal.
(esn)