Bayar gaji PNS, pemerintah Otoritas Pelestina pinjam USD 100 juta
Kamis, 20 Desember 2012 - 15:25 WIB
Bayar gaji PNS, pemerintah Otoritas Pelestina pinjam USD 100 juta
A
A
A
Sindonews.com - Jihad al-Wazir, Menteri Keuangan Palestina mengatakan Bank Palestina akan memberikan pinjaman sebesar USD100 kepada Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri di Tepi Barat. Pinjaman tersebut dikeluarkan untuk membantu Otoritas Palestina mengatasi masalah krisis keuangan setelah Israel menahan lebih dari USD100 juta penerimaan pajak bagi Otoritas Palestina.
"Otoritas Palestina telah meminjam uang sebesar 1,2 juta pada bank Palestina. Uang tersebut akan digunakan untuk membayar gaji puluhan ribu Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang belum dibayar sejak bulan November lalu," ungkap Wazir seperti diberitakan dalam Kantor berita Maan, Kamis (20/12/2012).
Wazir mengatakan pinjaman jangka pendek tersebut akan dilunasi setelah Liga Arab memenuhi janji untuk memberikan bantuan jaminan keuangan pada Palestina.
Kemarin sekitar 50 ribu orang PNS Palestina turun ke jalan di Tepi Barat. Mereka mengelar aksi protes atas penundaan pembayaran gaji. "Aksi ini dilancarkan untuk melawan pembajakan yang dilakukan oleh Israel, ungkap Bassam Zakarneh, kepala serikat pegawai pemerintah Palestina seperti dilansir Reuters, Rabu (19/12/2012).
Pegawai pemerintah Palestina di Tepi Barat mengaku belum menerima gaji mereka sejak November lalu, akibatnya mereka kesulitan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Krisis keuangan ini terjadi karena Israel menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap pemerintah Palestina dengan menahan lebih dari USD100 juta penerimaan pajak bagi Otoritas Palestina. Akibatnya, Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri di Tepi Barat sangat tergantung pada uang pajak. Sehingga tidak dapat membayar gaji 153 ribu pegawai negeri sipil.
"Otoritas Palestina telah meminjam uang sebesar 1,2 juta pada bank Palestina. Uang tersebut akan digunakan untuk membayar gaji puluhan ribu Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang belum dibayar sejak bulan November lalu," ungkap Wazir seperti diberitakan dalam Kantor berita Maan, Kamis (20/12/2012).
Wazir mengatakan pinjaman jangka pendek tersebut akan dilunasi setelah Liga Arab memenuhi janji untuk memberikan bantuan jaminan keuangan pada Palestina.
Kemarin sekitar 50 ribu orang PNS Palestina turun ke jalan di Tepi Barat. Mereka mengelar aksi protes atas penundaan pembayaran gaji. "Aksi ini dilancarkan untuk melawan pembajakan yang dilakukan oleh Israel, ungkap Bassam Zakarneh, kepala serikat pegawai pemerintah Palestina seperti dilansir Reuters, Rabu (19/12/2012).
Pegawai pemerintah Palestina di Tepi Barat mengaku belum menerima gaji mereka sejak November lalu, akibatnya mereka kesulitan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Krisis keuangan ini terjadi karena Israel menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap pemerintah Palestina dengan menahan lebih dari USD100 juta penerimaan pajak bagi Otoritas Palestina. Akibatnya, Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri di Tepi Barat sangat tergantung pada uang pajak. Sehingga tidak dapat membayar gaji 153 ribu pegawai negeri sipil.
(esn)