Kamp pengungsi digempur, pengungsi Palestina bertolak ke Lebanon
Rabu, 19 Desember 2012 - 12:34 WIB
Kamp pengungsi digempur, pengungsi Palestina bertolak ke Lebanon
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari 1000 orang pengungsi Palestina yang tinggal di Suriah akhirnya memutuskan untuk melarikan diri ke perbatasan Lebanon, Selasa (18/12/2012) waktu setempat.
Seperti diketahui, setelah terlibat pertempuran sengit dengan militer Suriah, Senin (18/12/2012) pemberontak Suriah mengklaim berhasil menguasai kamp pengungsian warga Palestina di Yarmouk, Suriah. Hal itu memaksa sebagian besar penduduk akhirnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Abu Ali (75), salah satu pengungsi, mengatakan dia beserta istri dan tiga anaknya meninggalkan rumah sejak Selasa pagi.
"Kami meninggalkan kamp pengungsian dengan berjalan kaki tanpa membawa apapun sampai Damaskus karena artilari terus menghujani kamp pengungsian kami di Yarmouk. Setibanya di Damaskus kami menemukan taksi dan pergi ke Lebanon," tutur Ali seperti diberitakan dalam Maan news, Rabu (19/12/2012).
"Saya akan tinggal dengan kerabat saya di Ain al-Hilweh, sebuah kamp pengungsian Palestina di Lebanon tepatnya di Kota Sidon. Saya yakin, 70 persen pengungsi Palestina telah meninggalkan kamp pengungsian di Yarmouk dan tinggal di Damaskus," ia menambahkan.
Muna, salah satu pengungsi remaja Palestina yang tiba di Lebanon Selasa sore mengatakan, “80 persen kamp pengungsian kini dikuasai oleh Tentara Pembebasan Suriah. Sementara militer Suriah dan pendukungnya, pasukan pejuang pembebasan Palestina (PFLP), berada di luar kamp pengungsian di Yarmouk,"ungkap Muna.
Militer Suriah telah mengerahkan jet dan artileri guna mengusir para pemberontak. Namun perlawanan pemberontak terlanjur masuk ke jantung kota Damaskus. Pihak pemberontak mengatakan, tiga pangkalan tentara Suriah di Provinsi Hama tidak luput dari mereka.
Seperti diketahui, setelah terlibat pertempuran sengit dengan militer Suriah, Senin (18/12/2012) pemberontak Suriah mengklaim berhasil menguasai kamp pengungsian warga Palestina di Yarmouk, Suriah. Hal itu memaksa sebagian besar penduduk akhirnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Abu Ali (75), salah satu pengungsi, mengatakan dia beserta istri dan tiga anaknya meninggalkan rumah sejak Selasa pagi.
"Kami meninggalkan kamp pengungsian dengan berjalan kaki tanpa membawa apapun sampai Damaskus karena artilari terus menghujani kamp pengungsian kami di Yarmouk. Setibanya di Damaskus kami menemukan taksi dan pergi ke Lebanon," tutur Ali seperti diberitakan dalam Maan news, Rabu (19/12/2012).
"Saya akan tinggal dengan kerabat saya di Ain al-Hilweh, sebuah kamp pengungsian Palestina di Lebanon tepatnya di Kota Sidon. Saya yakin, 70 persen pengungsi Palestina telah meninggalkan kamp pengungsian di Yarmouk dan tinggal di Damaskus," ia menambahkan.
Muna, salah satu pengungsi remaja Palestina yang tiba di Lebanon Selasa sore mengatakan, “80 persen kamp pengungsian kini dikuasai oleh Tentara Pembebasan Suriah. Sementara militer Suriah dan pendukungnya, pasukan pejuang pembebasan Palestina (PFLP), berada di luar kamp pengungsian di Yarmouk,"ungkap Muna.
Militer Suriah telah mengerahkan jet dan artileri guna mengusir para pemberontak. Namun perlawanan pemberontak terlanjur masuk ke jantung kota Damaskus. Pihak pemberontak mengatakan, tiga pangkalan tentara Suriah di Provinsi Hama tidak luput dari mereka.
(esn)