Inggris: Bersikap diam soal Suriah bukanlah pilihan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 21:00 WIB
Inggris: Bersikap diam soal Suriah bukanlah pilihan
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan pada penutupan KTT Uni Eropa, Jumat (14/12/2012), bahwa bersikap diam bukanlah pilihan untuk konflik di Suriah. "Kelambanan dan ketidakpedulian bukanlah pilihan di Suriah,” kata Cameron, seperti dikutip dari Reuters.
Cameron mengatakan, setelah melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan dari 26 negara Uni Eropa, blok ini mengaku terkejut oleh situasi yang semakin memburuk di Suriah dan melihat semua opsi untuk membantu oposisi Suriah menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad dan melindungi warga sipil.
Ini adalah pernyataan terkuat yang dikeluarkan Uni eropa soal dukungan terhadap opisisi Suriah sejak pemberontakan dimulai lebih dari 20 bulan yang lalu. Pemimpin Uni Eropa telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri masing-masing untuk menilai semua kemungkinan guna meningkatkan tekanan pada rezim Assad.
"Saya ingin mengirim pesan yang sangat jelas untuk Presiden Assad, bahwa tidak ada lagi pilihan di atas meja," kata Cameron kepada wartawan pada akhir KTT Uni Eropa yang berlangsung selama 2 hari itu. "Saya ingin kita bekerja dengan oposisi, sehingga kita dapat melihat kemungkinan secepatnya transisi di Suriah,” lanjut Cameron.
Cameron mengatakan, setelah melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan dari 26 negara Uni Eropa, blok ini mengaku terkejut oleh situasi yang semakin memburuk di Suriah dan melihat semua opsi untuk membantu oposisi Suriah menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad dan melindungi warga sipil.
Ini adalah pernyataan terkuat yang dikeluarkan Uni eropa soal dukungan terhadap opisisi Suriah sejak pemberontakan dimulai lebih dari 20 bulan yang lalu. Pemimpin Uni Eropa telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri masing-masing untuk menilai semua kemungkinan guna meningkatkan tekanan pada rezim Assad.
"Saya ingin mengirim pesan yang sangat jelas untuk Presiden Assad, bahwa tidak ada lagi pilihan di atas meja," kata Cameron kepada wartawan pada akhir KTT Uni Eropa yang berlangsung selama 2 hari itu. "Saya ingin kita bekerja dengan oposisi, sehingga kita dapat melihat kemungkinan secepatnya transisi di Suriah,” lanjut Cameron.
(esn)