AS setuju kirim rudal Patriot ke Turki
Jum'at, 14 Desember 2012 - 13:56 WIB
AS setuju kirim rudal Patriot ke Turki
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan setuju untuk mengirim rudal patriot ke Turki. AS mengikuti jejak negara anggota NATO lainnya, Belanda dan Jerman yang sudah lebih dulu memastikan pengiriman rudal Patriot untuk Turki.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (14/12/2012), Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta di laporkan telah menandatangani perintah untuk mengirim rudal Patriot dan 400 personil militer ke Turki untuk membela wilayah Turki terhadap serangan roket dari Suriah.
Dengan lampu hijau dari AS ini, berarti sudah ada enam set sistem pertahanan rudal Patriot yang akan ditempatkan di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah. Enam set itu masing-masing, dua miik AS, dua Belanda, dan dua lagi kepunyaan Jerman.
Sama seperti AS, Belanda dan Jerman juga akan mengirim ratusan tentara untuk mengoperasikan sistem pertahanan rudal Patriot itu. Dikabarkan, sistem pertahanan rudal Patriot ini akan mulai beroperasi pada akhri Januari 2013.
Sejak sejumlah altileri dari perang saudara di Suriah masuk ke wilayah Turki, negara sekutu NATO itu memang langsung mengajukan permohonan untuk pengadaan sistem pertahanan rudal Patriot. NATO pun menyetujui permintaan ini, meski sejumlah negara mengecam penempatan rudal NATO di wilayah Turki.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (14/12/2012), Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta di laporkan telah menandatangani perintah untuk mengirim rudal Patriot dan 400 personil militer ke Turki untuk membela wilayah Turki terhadap serangan roket dari Suriah.
Dengan lampu hijau dari AS ini, berarti sudah ada enam set sistem pertahanan rudal Patriot yang akan ditempatkan di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah. Enam set itu masing-masing, dua miik AS, dua Belanda, dan dua lagi kepunyaan Jerman.
Sama seperti AS, Belanda dan Jerman juga akan mengirim ratusan tentara untuk mengoperasikan sistem pertahanan rudal Patriot itu. Dikabarkan, sistem pertahanan rudal Patriot ini akan mulai beroperasi pada akhri Januari 2013.
Sejak sejumlah altileri dari perang saudara di Suriah masuk ke wilayah Turki, negara sekutu NATO itu memang langsung mengajukan permohonan untuk pengadaan sistem pertahanan rudal Patriot. NATO pun menyetujui permintaan ini, meski sejumlah negara mengecam penempatan rudal NATO di wilayah Turki.
(esn)