Konfederasi Palestina dengan Jordan bisa dicapai setelah kemerdekaan
Kamis, 13 Desember 2012 - 22:26 WIB
Konfederasi Palestina dengan Jordan bisa dicapai setelah kemerdekaan
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Palestina mengatakan, menghidupkan kembali konfederasi dengan Jordan dapat terjadi hanya setelah sebuah negara Palestina yang merdeka terwujud. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rdineh, Kamis (13/12/2012).
"Ini adalah pilihan yang baik bagi Palestina dan orang-orang Yordania," kata Rdineh. "Ini adalah ide lama, yang muncul pada 1988. Ketika Palestina mendapatkan kemerdekaan, maka kita dapat berbicara tentang pilihan ini (konfederasi)," lanjutnya. Menurut Rdineh, keputusan seperti ini membutuhkan referendum publik.
Pernyataan Rdineh ini menyikapi sebuah laporan koran Arab yang berbasis di London, Al-Quds. Koran itu melaporkan, bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada para pejabat senior di Otoritas Nasional Palestina (PNA) dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk mempersiapkan pembahasan mengenai gagasan konfederasi.
Ide ini muncul setelah Majelis Umum PBB mengakui Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota pada 29 November silam. Dalam siding itu, 138 negara setuju, 9 menolak, dan 41 abstain. Israel dan Amerika Serikat berada di antara 9 negara yang menentang upaya Palestina mendapatkan peningkatan status di PBB.
Pada 6 Desember lalu, Raja Abdullah II dari Yordania mengunjungi Tepi Barat dan bertemu dengan Presiden Abbas. Pada saat itu, Jordan mengatakan bahwa pembicaraan damai antara Israel dan Palestina harus melanjutkan setelah pemungutan suara di PBB.
"Ini adalah pilihan yang baik bagi Palestina dan orang-orang Yordania," kata Rdineh. "Ini adalah ide lama, yang muncul pada 1988. Ketika Palestina mendapatkan kemerdekaan, maka kita dapat berbicara tentang pilihan ini (konfederasi)," lanjutnya. Menurut Rdineh, keputusan seperti ini membutuhkan referendum publik.
Pernyataan Rdineh ini menyikapi sebuah laporan koran Arab yang berbasis di London, Al-Quds. Koran itu melaporkan, bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada para pejabat senior di Otoritas Nasional Palestina (PNA) dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk mempersiapkan pembahasan mengenai gagasan konfederasi.
Ide ini muncul setelah Majelis Umum PBB mengakui Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota pada 29 November silam. Dalam siding itu, 138 negara setuju, 9 menolak, dan 41 abstain. Israel dan Amerika Serikat berada di antara 9 negara yang menentang upaya Palestina mendapatkan peningkatan status di PBB.
Pada 6 Desember lalu, Raja Abdullah II dari Yordania mengunjungi Tepi Barat dan bertemu dengan Presiden Abbas. Pada saat itu, Jordan mengatakan bahwa pembicaraan damai antara Israel dan Palestina harus melanjutkan setelah pemungutan suara di PBB.
(esn)