Rusia puas NATO jamin tak akan intervensi Suriah
Kamis, 13 Desember 2012 - 20:59 WIB
Rusia puas NATO jamin tak akan intervensi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengaku puas akan adanya jaminan dari NATO, bahwa aliansi Barat itu tidak merencanakan intervensi militer ke Suriah. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Pertahanan Rusia untuk Kerjasama Militer Internasional, Sergei Koshelev, Kamis (13/12/2012).
"Jaminan ini disampaikan oleh Kepala Komite Militer NATO dan kami puas mendengarnya. Jika NATO bersandar pada pernyataan ini, mereka tidak akan mulai operasi militer terhadap Suriah, terlepas dari perkembangan di sana. Jadi, skenario Libya tidak akan terulang di Suriah," kata Koshelev.
Koshelev juga menyatakan, bahwa Ketua Komite Militer NATO, Knud Bartles telah bertemu dengan Komandan Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov. Menurut Bartles, NATO paham dengan kekhawatiran Moskow atas situasi di Suriah dan berencana untuk menjalin kontak erat dengan Rusia soal perkembangn di Suriah.
Selama pembicaraan, Gerasimov mengangkat isu penyebaran rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah.
"Situasi di Suriah semakin memburuk. NATO juga sudah menyebar sistem rudal Patriot di Turki. Kami percaya, penyelesaian konflik di Suriah hanya mungkin dilakukan jika dua pihak yang bertikai mengadakan dialog dan bukan dengan keterlibatan pihak ketiga atau dengan aplikasi kekuatan militer," papar Gerasimov.
"Jaminan ini disampaikan oleh Kepala Komite Militer NATO dan kami puas mendengarnya. Jika NATO bersandar pada pernyataan ini, mereka tidak akan mulai operasi militer terhadap Suriah, terlepas dari perkembangan di sana. Jadi, skenario Libya tidak akan terulang di Suriah," kata Koshelev.
Koshelev juga menyatakan, bahwa Ketua Komite Militer NATO, Knud Bartles telah bertemu dengan Komandan Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov. Menurut Bartles, NATO paham dengan kekhawatiran Moskow atas situasi di Suriah dan berencana untuk menjalin kontak erat dengan Rusia soal perkembangn di Suriah.
Selama pembicaraan, Gerasimov mengangkat isu penyebaran rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah.
"Situasi di Suriah semakin memburuk. NATO juga sudah menyebar sistem rudal Patriot di Turki. Kami percaya, penyelesaian konflik di Suriah hanya mungkin dilakukan jika dua pihak yang bertikai mengadakan dialog dan bukan dengan keterlibatan pihak ketiga atau dengan aplikasi kekuatan militer," papar Gerasimov.
(esn)