Suriah dituding gunakan rudal dari era Uni Soviet
Kamis, 13 Desember 2012 - 12:33 WIB
Suriah dituding gunakan rudal dari era Uni Soviet
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) menuduh militer Suriah telah menggunakan rudal scud untuk melawan pemberontak Suriah, Kamis (13/12/2012).
"Hasil pengamatan dan pengintaian intelijen, berhasil mendeteksi peluncuran sejumlah rudal balistik di Suriah selama pekan ini," ujar pejabat NATO di Brussels, Belgia, seperti dikutip Reuters.
AS dan NATO mengatakan, rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assas telah menggunakan rudal scud selama beberapa hari terakhir. Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengatakan, ada penggunaan rudal dalam perang Suriah, tapi pihak intelijen belum bisa memastikan jenis rudal tersebut.
AS dan NATO tidak bisa menjelaskan mengapa pasukan militer Suriah mengerahkan rudal yang marak digunakan diktator Irak, Saddam Hussein dalam Perang Teluk 1991.
Rudal scud berasal dari era Uni Soviet ini dikenal sebagai rudal yang tidak akurat. Dalam perang internal di suatu negara, kaum gerilyawan, pemberontak, dan gerakan anti pemerintah sangat jarang mengunakan rudal ini.
Selama ini, militer Suriah hanya menggunakan senjata artileri, helikopter, dan jet temput untuk menyerang target dalam jarak dekat. Sementara kekuatan pemberontak Suriah terus semakin maju dan mampu menyaingi kemampuan militer Suriah, belakangan mereka mampu menembak pesawat Suriah.
Tetapi kemarin, Abu Jalal, seorang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengakui, bahwa ada serangan rudal dari jarak sekira 3 km yang menghantam Desa Darret Ezza. "Kami tidak tahu dari mana asal rudal tersebut, tapi jangkauan rudal tersebut lebih kecil dibanding rudal scud dan rudal tersebut hanya berbobot sekitar 300-500kg," ungkap Jalal.
"Hasil pengamatan dan pengintaian intelijen, berhasil mendeteksi peluncuran sejumlah rudal balistik di Suriah selama pekan ini," ujar pejabat NATO di Brussels, Belgia, seperti dikutip Reuters.
AS dan NATO mengatakan, rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assas telah menggunakan rudal scud selama beberapa hari terakhir. Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengatakan, ada penggunaan rudal dalam perang Suriah, tapi pihak intelijen belum bisa memastikan jenis rudal tersebut.
AS dan NATO tidak bisa menjelaskan mengapa pasukan militer Suriah mengerahkan rudal yang marak digunakan diktator Irak, Saddam Hussein dalam Perang Teluk 1991.
Rudal scud berasal dari era Uni Soviet ini dikenal sebagai rudal yang tidak akurat. Dalam perang internal di suatu negara, kaum gerilyawan, pemberontak, dan gerakan anti pemerintah sangat jarang mengunakan rudal ini.
Selama ini, militer Suriah hanya menggunakan senjata artileri, helikopter, dan jet temput untuk menyerang target dalam jarak dekat. Sementara kekuatan pemberontak Suriah terus semakin maju dan mampu menyaingi kemampuan militer Suriah, belakangan mereka mampu menembak pesawat Suriah.
Tetapi kemarin, Abu Jalal, seorang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengakui, bahwa ada serangan rudal dari jarak sekira 3 km yang menghantam Desa Darret Ezza. "Kami tidak tahu dari mana asal rudal tersebut, tapi jangkauan rudal tersebut lebih kecil dibanding rudal scud dan rudal tersebut hanya berbobot sekitar 300-500kg," ungkap Jalal.
(esn)