China sesalkan peluncuran roket Unha-3 Korut
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:09 WIB
China sesalkan peluncuran roket Unha-3 Korut
A
A
A
Sindonews.com – Meski merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan baik dengan Korea Utara (Korut), ternyata Pemerintah China tetap menyesalkan peluncuran roket yang dilakukan Korut. Pemerintah China mengecam sikap Korut yang tidak mengindahkan larangan dan tetap meluncurkan roket Unha-3 untuk mengirim satelit Kwangmyongsong-3 mengorbit, Rabu (12/12/2012).
"China menyesalkan keputusan pemerintah Korut yang menuai keprihatianan dari masyarakat internasional," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei seperti dilansir CNN.
"Pemerintah China sebenarnya sangat berharap sejumlah pihak terkait tetap menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," imbuh Lei.
China mengatakan, Korut seharusnya mematuhi resousi Dewan Keamanan (DK) PBB yang melarang melakukan peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik dan mendesak Korut untuk menangguhkan kegiatan peluncuran program rudal balistik.
Seperti diketahui, China merupakan salah satu anggota tetap DK PBB yang cukup menaruh perhatian atas rencana peluncuran roket Korut.
"Semua pihak harus tetap menghadapi sikap Korut dengan kepala dingin dan mencegah situasi berkembang di luar kendali. Dalam kondisi ini, seluruh pihak harus menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif untuk dialog dan mengajak Korut kembali ke meja perundiangan," jelas pemerintah China.
Sejumlah analis mengatakan, biar bagaimanapun China tidak akan bereaksi keras terhadap negara tetangganya, yang juga merupakan sekutu dekat dalam sektor perdagangan dan selalu diberikan berbagai bentuk bantuan.
Selain itu, China akan tetap mempertahankan status quonya di Semenanjung Korea, mengingat ujung roket Korut yang mampu di isi oleh hulu ledak nuklir tersebut tidak akan mungkin diarahkan kepada Beijing.
"China menyesalkan keputusan pemerintah Korut yang menuai keprihatianan dari masyarakat internasional," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei seperti dilansir CNN.
"Pemerintah China sebenarnya sangat berharap sejumlah pihak terkait tetap menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," imbuh Lei.
China mengatakan, Korut seharusnya mematuhi resousi Dewan Keamanan (DK) PBB yang melarang melakukan peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik dan mendesak Korut untuk menangguhkan kegiatan peluncuran program rudal balistik.
Seperti diketahui, China merupakan salah satu anggota tetap DK PBB yang cukup menaruh perhatian atas rencana peluncuran roket Korut.
"Semua pihak harus tetap menghadapi sikap Korut dengan kepala dingin dan mencegah situasi berkembang di luar kendali. Dalam kondisi ini, seluruh pihak harus menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif untuk dialog dan mengajak Korut kembali ke meja perundiangan," jelas pemerintah China.
Sejumlah analis mengatakan, biar bagaimanapun China tidak akan bereaksi keras terhadap negara tetangganya, yang juga merupakan sekutu dekat dalam sektor perdagangan dan selalu diberikan berbagai bentuk bantuan.
Selain itu, China akan tetap mempertahankan status quonya di Semenanjung Korea, mengingat ujung roket Korut yang mampu di isi oleh hulu ledak nuklir tersebut tidak akan mungkin diarahkan kepada Beijing.
(esn)