Jepang protes keras peluncuran satelit Korut
Rabu, 12 Desember 2012 - 13:34 WIB
Jepang protes keras peluncuran satelit Korut
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang bereaksi keras atas peluncuran satelit yang dilakukan Korea Utara (Korut) pagi tadi, pukul 09.49 waktu setempat. Jepang menganggap peluncuran satelit ini merupakan taktik terselubung Korut untuk melakukan uji coba roket balistik.
Tindakan Korut ini dinilai Jepang sebagai pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB. "Jepang sangat tidak terima dan sangat menyesalkan peluncuran roket yang telah mengancam stabilitas dan perdamaian regional, serta terang-terangan melanggar resolusi PBB," ungkap Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Osamu Fujimura seperti diberitakan NHK TV, Rabu (12/12/2012).
Kecaman tersebut dikeluarkan, setelah negeri Sakura ini mendapat konfirmasi peluncuran roket Unha-3. "Berdasarkan informasi satelit yang diperoleh dari Amerika Serikat, sebuah roket telah ditembakkan dari pantai barat Korea Utara ke arah selatan," ungkap Fujimura.
Roket tersebut diketahui telah melintasi wilayah Okinawa, wilayah yurisdiksi Jepang paling selatan. Pada pukul 10.05 waktu Jepang. Beberapa puing roket tersebut jatuh di Samudera Pasifik, sekitar 300 kilometer sebelah timur Filipina.
"Jepang tidak memerintahkan militer untuk menembak jatuh bagian dari puing roket tersebut, dan kini sistem pertahanan rudal PAC-3 telah di nonaktifkan," terang Fujimura.
Lebih lanjut Fujimura mengungkap, Perdana Menteri Yoshihiko Noda telah menginstruksikan kementerian terkait segera mengumpulkan dan menganalisis data intelijen tentang peluncuran roket Korut.
"Pemerintah harus melepaskan semua informasi yang diperlukan kepada publik pada waktu yang tepat, dan mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengantisipasi perkembangan tak terduga," ungkap Noda.
Fujimura meminta rakyat Jepang agar tetap tenang karena peluncuran roket Korut tidak berdampak pada wilayah Jepang.
Tindakan Korut ini dinilai Jepang sebagai pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB. "Jepang sangat tidak terima dan sangat menyesalkan peluncuran roket yang telah mengancam stabilitas dan perdamaian regional, serta terang-terangan melanggar resolusi PBB," ungkap Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Osamu Fujimura seperti diberitakan NHK TV, Rabu (12/12/2012).
Kecaman tersebut dikeluarkan, setelah negeri Sakura ini mendapat konfirmasi peluncuran roket Unha-3. "Berdasarkan informasi satelit yang diperoleh dari Amerika Serikat, sebuah roket telah ditembakkan dari pantai barat Korea Utara ke arah selatan," ungkap Fujimura.
Roket tersebut diketahui telah melintasi wilayah Okinawa, wilayah yurisdiksi Jepang paling selatan. Pada pukul 10.05 waktu Jepang. Beberapa puing roket tersebut jatuh di Samudera Pasifik, sekitar 300 kilometer sebelah timur Filipina.
"Jepang tidak memerintahkan militer untuk menembak jatuh bagian dari puing roket tersebut, dan kini sistem pertahanan rudal PAC-3 telah di nonaktifkan," terang Fujimura.
Lebih lanjut Fujimura mengungkap, Perdana Menteri Yoshihiko Noda telah menginstruksikan kementerian terkait segera mengumpulkan dan menganalisis data intelijen tentang peluncuran roket Korut.
"Pemerintah harus melepaskan semua informasi yang diperlukan kepada publik pada waktu yang tepat, dan mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengantisipasi perkembangan tak terduga," ungkap Noda.
Fujimura meminta rakyat Jepang agar tetap tenang karena peluncuran roket Korut tidak berdampak pada wilayah Jepang.
(esn)