KTT tentang tahanan Palestina digelar di Baghdad
Selasa, 11 Desember 2012 - 20:53 WIB
KTT tentang tahanan Palestina digelar di Baghdad
A
A
A
Sindonews.com – Di bawah naungan Liga Arab (LA), Irak menggelar Konferensi Solidaritas Internasional bagi para tahanan Palestina dan Arab yang ditahan Israel, Selasa (11/12/2012).
"Sudah saatnya bagi masyarakat internasional untuk secara aktif bergerak dengan organisasi-organisasi internasional dan memikul tanggung jawab. Tidak hanya untuk membebaskan para tahanan, tetapi juga untuk membebaskan tanah Palestina dari pendudukan dan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina," Ungkap Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki seperti dilansir Xinhua.
Dalam kesempatan tersebut, Maliki menuduh masyarakat internasional telah "mengikuti standar ganda" dalam kesepakatan dengan isu tahanan Palestina dan Arab. Masyarakat Internasional hanya diam menghadapi aksi pelangaran norma internasional yang dilakukan oleh operator penjara Israel.
"Irak sepenuhnya siap memberikan dukungan pada Palestina dan Arab untuk bergerak secara aktif guna mengangkat masalah para tahanan ini dan mengekspos praktik keji penjara Israel terhadap warga Palestina," ungkap Maliki.
Dalam kesempatan tersebut, Maliki juga menyerukan pada masyarakat internasional untuk berlatih melawan tekanan yang datang dari Israel, dengan memaksa negara Yahudi tersebut untuk berkomitmen terhadap kewajiban konvensi internasional.
KTT Solidaritas Internasional bagi para tahanan Palestina dan Arab diselanggarakan selama dua hari. KTT ini dihadiri oleh Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad, Sekretaris Jenderal LA Irak, Nabil al-Arabi dan utusan PBB untuk Irak, Martin Koble.
Selain para tokoh itu, KTT ini juga dihadiri puluhan delegasi internasional dan Arab, serta sejumlah perwakilan individual. KTT juga akan mencakup kesaksian pribadi dan pemutaran film dokumenter ini, diadakan di bawah naungan Liga Arab. Saat ini, sekitar 4.660 warga Palestina masih berada mendekam di penjara-penjara Israel.
"Sudah saatnya bagi masyarakat internasional untuk secara aktif bergerak dengan organisasi-organisasi internasional dan memikul tanggung jawab. Tidak hanya untuk membebaskan para tahanan, tetapi juga untuk membebaskan tanah Palestina dari pendudukan dan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina," Ungkap Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki seperti dilansir Xinhua.
Dalam kesempatan tersebut, Maliki menuduh masyarakat internasional telah "mengikuti standar ganda" dalam kesepakatan dengan isu tahanan Palestina dan Arab. Masyarakat Internasional hanya diam menghadapi aksi pelangaran norma internasional yang dilakukan oleh operator penjara Israel.
"Irak sepenuhnya siap memberikan dukungan pada Palestina dan Arab untuk bergerak secara aktif guna mengangkat masalah para tahanan ini dan mengekspos praktik keji penjara Israel terhadap warga Palestina," ungkap Maliki.
Dalam kesempatan tersebut, Maliki juga menyerukan pada masyarakat internasional untuk berlatih melawan tekanan yang datang dari Israel, dengan memaksa negara Yahudi tersebut untuk berkomitmen terhadap kewajiban konvensi internasional.
KTT Solidaritas Internasional bagi para tahanan Palestina dan Arab diselanggarakan selama dua hari. KTT ini dihadiri oleh Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad, Sekretaris Jenderal LA Irak, Nabil al-Arabi dan utusan PBB untuk Irak, Martin Koble.
Selain para tokoh itu, KTT ini juga dihadiri puluhan delegasi internasional dan Arab, serta sejumlah perwakilan individual. KTT juga akan mencakup kesaksian pribadi dan pemutaran film dokumenter ini, diadakan di bawah naungan Liga Arab. Saat ini, sekitar 4.660 warga Palestina masih berada mendekam di penjara-penjara Israel.
(esn)