Dua warga Tibet bakar diri
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:55 WIB
Dua warga Tibet bakar diri
A
A
A
Sindonews.com - Kunchok Pelgye (24) dan Pema Dorjee (23), dua warga tibet melancarkan aksi bakar diri di wilayah HImalaya, Selasa (11/12/2012). Aksi bakar diri ini dilancarkan, setelah media dan pemerintah China menuduh Dalai Lama mengubah para pengikut Budah menjadi aliran sesat.
"Dalam keadaan terbakar, kedua orang tersebut sama-sama berteriak meminta Dalai Lama untuk diizinkan kembali ke Tibet," ungkap Kelompok Hak Asasi Manusia di Tibet seperti dilansir Bangkok post.
Kelompok Hak Asasi Manusia di Tibet mengatakan, Pelgye melancarkan aksi bakar diri di Provisi Sichuan, sementara Dorjee melancarkan aksinya di Provinsi Gansu.
Dua aksi bakar diri ini terjadi saat momen peringatan kematian Je Tsongkhapa, pendiri kuil suci Budha di Tibet. Menaggapi aksi tersebut, Pemerintah China telah menyiagakan sejumlah polisi, tentara, dan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan setiap pelaku aksi bakar diri lanjutan.
Editorial harian resmi Partai Komunis China, People's Daily mengatakan, tujuan aksi bakar diri yang dilakukan oleh sejumah warga Tibet selama ini adalah untuk tujuan memperoleh kemerdakaan.
"Kelompok Dalai Lama telah mengunakan agama untuk mengontrol orang dengan langkah spiritual dan mengobarkan semangat mereka dalam rangka mencapai tujuan politik. Aksi bakar diri ini bukan hanya pelanggaran terhadap pengikut Budha dan tradisi Budha, tetapi jelas menjadi sebuah karakteristik khusus sebuah aliran sesat," ungkap People's Daily
Aksi bakar diri menjadi sebuah cara bagi beberapa orang untuk meluapkan kekesalan pada Pemerintah China. Karena banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
"Dalam keadaan terbakar, kedua orang tersebut sama-sama berteriak meminta Dalai Lama untuk diizinkan kembali ke Tibet," ungkap Kelompok Hak Asasi Manusia di Tibet seperti dilansir Bangkok post.
Kelompok Hak Asasi Manusia di Tibet mengatakan, Pelgye melancarkan aksi bakar diri di Provisi Sichuan, sementara Dorjee melancarkan aksinya di Provinsi Gansu.
Dua aksi bakar diri ini terjadi saat momen peringatan kematian Je Tsongkhapa, pendiri kuil suci Budha di Tibet. Menaggapi aksi tersebut, Pemerintah China telah menyiagakan sejumlah polisi, tentara, dan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan setiap pelaku aksi bakar diri lanjutan.
Editorial harian resmi Partai Komunis China, People's Daily mengatakan, tujuan aksi bakar diri yang dilakukan oleh sejumah warga Tibet selama ini adalah untuk tujuan memperoleh kemerdakaan.
"Kelompok Dalai Lama telah mengunakan agama untuk mengontrol orang dengan langkah spiritual dan mengobarkan semangat mereka dalam rangka mencapai tujuan politik. Aksi bakar diri ini bukan hanya pelanggaran terhadap pengikut Budha dan tradisi Budha, tetapi jelas menjadi sebuah karakteristik khusus sebuah aliran sesat," ungkap People's Daily
Aksi bakar diri menjadi sebuah cara bagi beberapa orang untuk meluapkan kekesalan pada Pemerintah China. Karena banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
(esn)