Buntut pembunuhan 3 mahasiswa, Pemerintah Sudan banjir kecaman
Minggu, 09 Desember 2012 - 10:30 WIB
Buntut pembunuhan 3 mahasiswa, Pemerintah Sudan banjir kecaman
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Sudan mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan, setelah terbunuhnya tiga mahasiswa Universitas Al-Jazeera, di negara bagian Al-Jazeera. Jenazah tiga mahasiswa itu ditemukan di perairan dekat bangunan kampus Universitas Al-Jazeera, di Wad Madani, negara bagian Al-Jazeera, Jumat (7/12/2012) pagi.
Tiga mahasiswa ini ditangkap aparat keamanan Sudan pada Selasa 4 Desember. Secara keseluruhan, aparat menangkap 6 mahasiswa. Hingga kini, tak diketahui nasib 3 mahasiswa lainnya. Mereka ditangkap setelah melakukan aksi damai di dalam kampus Universitas Al-Jazeera. Para mahasiswa melakukan aksi protes untuk menuntut pembebasan biaya pendidikan di wilayah Darfur.
Gibreel Adam Bilal, Juru Bicara gerakan Keadilan dan Kesetaraan Gerakan (JEM), mengatakan pelaku kejahatan ini tidak akan diampuni dan mereka tetap bertanggung jawab atas pembunuhan siswa tidak bersalah.
“Direktur Universitas Al-Jazeera dan Direktur Badan Pengamanan di negara bagian Al-Jazeera harus bertanggung jawab kematian mereka,”ujar Bilal, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu (8/12/2012).
Kelompok aktivis Pemuda Sudan untuk Perubahan, menyalahkan aparat keamanan atas persistiwa ini. Mereka juga menyerukan aksi protes.
Hingga kini, pemerintah negara bagian Al-Jazeera belum mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa pembunuhan ini. Jenazah ketiga mahasiswa itu akan dimakamkan pada Minggu (9/12/2012), setelah kedatangan keluarga mereka.
Tiga mahasiswa ini ditangkap aparat keamanan Sudan pada Selasa 4 Desember. Secara keseluruhan, aparat menangkap 6 mahasiswa. Hingga kini, tak diketahui nasib 3 mahasiswa lainnya. Mereka ditangkap setelah melakukan aksi damai di dalam kampus Universitas Al-Jazeera. Para mahasiswa melakukan aksi protes untuk menuntut pembebasan biaya pendidikan di wilayah Darfur.
Gibreel Adam Bilal, Juru Bicara gerakan Keadilan dan Kesetaraan Gerakan (JEM), mengatakan pelaku kejahatan ini tidak akan diampuni dan mereka tetap bertanggung jawab atas pembunuhan siswa tidak bersalah.
“Direktur Universitas Al-Jazeera dan Direktur Badan Pengamanan di negara bagian Al-Jazeera harus bertanggung jawab kematian mereka,”ujar Bilal, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu (8/12/2012).
Kelompok aktivis Pemuda Sudan untuk Perubahan, menyalahkan aparat keamanan atas persistiwa ini. Mereka juga menyerukan aksi protes.
Hingga kini, pemerintah negara bagian Al-Jazeera belum mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa pembunuhan ini. Jenazah ketiga mahasiswa itu akan dimakamkan pada Minggu (9/12/2012), setelah kedatangan keluarga mereka.
(esn)