Salju tebal ancam tunda peluncuran roket Korut
Sabtu, 08 Desember 2012 - 21:01 WIB
Salju tebal ancam tunda peluncuran roket Korut
A
A
A
Sindonews.com – Persiapan Korea Utara (Korut) untuk meluncurkan roket bulan ini terancam tertunda karena salju tebal. Hal itu diungkapkan Institut Amerika Serikat-Korea di Universitas Johns Hopkins, berdasarkan analisis citra satelit yang menunjukkan persiapan di stasiun peluncuran Sohae berjalan lebih lambat daripada sebelumnya.
Pekan lalu, Pyongyang mengumumkan pihaknya tetap bersikukuh meluncurkan roket untuk menempatkan satelit di orbit antara 10 Desember dan 22 Desember.“Sejak upaya pertama Pyongyang meluncurkan roket jarak jauh pada musim dingin,cuaca dapat menjadi faktor baru,” ungkap Nick Hansen,pakar analisis citra satelit yang menulis di website institut itu, 38 Utara. Citra terakhir 4 Desember tidak menunjukkan adanya salju tebal di tempat peluncuran pada hari sebelumnya.
Kondisi itu menunjukkan kemungkinan penghentian sementara dalam operasi. Hansen mencatat bahwa kurun waktu 12 hari untuk peluncuran itu dua kali lebih lama dibandingkan saat peluncuran roket April lalu yang berakhir gagal. April lalu, Korut hanya memberi kurun waktu lima hari untuk peluncuran roketnya. Sementara itu,Korsel mendesak Korut membayar utang jutaan dolar terkait bantuan pangan masa lalu, daripada menghabiskan uang untuk peluncuran roket.
Kemarin, Kementerian Unifikasi Korsel memperkirakan Korut menghabiskan dana sebanyak USD1,3 miliar (Rp 12,486 triliun) hanya untuk program roket tahun ini.Padahal, di sisi lain,Korut memiliki utang yang belum dibayar hingga saat ini. Korsel mengirimkan 2,6 juta ton makanan senilai USD720 juta (Rp6,9 triliun) antara tahun 2000 dan 2007.
Pekan lalu, Pyongyang mengumumkan pihaknya tetap bersikukuh meluncurkan roket untuk menempatkan satelit di orbit antara 10 Desember dan 22 Desember.“Sejak upaya pertama Pyongyang meluncurkan roket jarak jauh pada musim dingin,cuaca dapat menjadi faktor baru,” ungkap Nick Hansen,pakar analisis citra satelit yang menulis di website institut itu, 38 Utara. Citra terakhir 4 Desember tidak menunjukkan adanya salju tebal di tempat peluncuran pada hari sebelumnya.
Kondisi itu menunjukkan kemungkinan penghentian sementara dalam operasi. Hansen mencatat bahwa kurun waktu 12 hari untuk peluncuran itu dua kali lebih lama dibandingkan saat peluncuran roket April lalu yang berakhir gagal. April lalu, Korut hanya memberi kurun waktu lima hari untuk peluncuran roketnya. Sementara itu,Korsel mendesak Korut membayar utang jutaan dolar terkait bantuan pangan masa lalu, daripada menghabiskan uang untuk peluncuran roket.
Kemarin, Kementerian Unifikasi Korsel memperkirakan Korut menghabiskan dana sebanyak USD1,3 miliar (Rp 12,486 triliun) hanya untuk program roket tahun ini.Padahal, di sisi lain,Korut memiliki utang yang belum dibayar hingga saat ini. Korsel mengirimkan 2,6 juta ton makanan senilai USD720 juta (Rp6,9 triliun) antara tahun 2000 dan 2007.
(esn)