Aparat Sudan bunuh tiga mahasiswa Universitas Al-Jazeera
Sabtu, 08 Desember 2012 - 20:12 WIB
Aparat Sudan bunuh tiga mahasiswa Universitas Al-Jazeera
A
A
A
Sindonews.com - Tiga mahasiswa Universitas Al-Jazeera, Sudan, dibunuh setelah mereka ditangkap oleh agen keamanan negara itu. Seperti dilaporkan sudantribune, Jumat (7/12/2012), para mahasiswa ini melakukan aksi protes untuk menuntut pembebasan biaya pendidikan di wilayah Darfur.
Para mahasiswa ini ditangkap oleh aparat keamanan Sudan pada Selasa 4 Desember, setelah melakukan aksi damai di dalam kampus Universitas Al-Jazeera. Aparat menangkap 6 mahasiwa seusai aksi protes itu.
Pada Jumat pagi, jenazah tiga mahasiswa itu ditemukan di perairan dekat bangunan kampus Universitas Al-Jazeera, di Wad Madani, negara bagian Al-Jazeera. Hingga kini, tiga mahasiswa lainnya masih hilang.
Menurut Girifna, sebuah kelompok Pemuda Sudan, 5 orang yang ditangkap adalah mahasiswa tahun pertama dan satu mahasiswa tahun kedua. Saksi mata mengatakan, tanda-tanda penyiksaan terlihat pada tiga mayat mahasiswa itu.
Dua kelompok pemberontak dari wilayah Darfur mengutuk pembunuhan tiga mahasiswa ini dan menekankan, bahwa mereka memprotes secara damai.
“Kejahatan apa yang mereka lakukan, sehingga mayat mereka dibuang di kanal air. Para mahasiswa ini hanya menyatakan pendapat mereka secara damai di dalam kampus,” kata Abdallah Mursdal, Juru Bicara Gerakan Pembebasan Sudan, salah satu kelompok pemberontak di negara itu.
Para mahasiswa ini ditangkap oleh aparat keamanan Sudan pada Selasa 4 Desember, setelah melakukan aksi damai di dalam kampus Universitas Al-Jazeera. Aparat menangkap 6 mahasiwa seusai aksi protes itu.
Pada Jumat pagi, jenazah tiga mahasiswa itu ditemukan di perairan dekat bangunan kampus Universitas Al-Jazeera, di Wad Madani, negara bagian Al-Jazeera. Hingga kini, tiga mahasiswa lainnya masih hilang.
Menurut Girifna, sebuah kelompok Pemuda Sudan, 5 orang yang ditangkap adalah mahasiswa tahun pertama dan satu mahasiswa tahun kedua. Saksi mata mengatakan, tanda-tanda penyiksaan terlihat pada tiga mayat mahasiswa itu.
Dua kelompok pemberontak dari wilayah Darfur mengutuk pembunuhan tiga mahasiswa ini dan menekankan, bahwa mereka memprotes secara damai.
“Kejahatan apa yang mereka lakukan, sehingga mayat mereka dibuang di kanal air. Para mahasiswa ini hanya menyatakan pendapat mereka secara damai di dalam kampus,” kata Abdallah Mursdal, Juru Bicara Gerakan Pembebasan Sudan, salah satu kelompok pemberontak di negara itu.
(esn)