Inggris: Tak tertutup kemungkinan intervensi militer di Suriah
Sabtu, 08 Desember 2012 - 19:43 WIB
Inggris: Tak tertutup kemungkinan intervensi militer di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague menyatakan, opsi intervensi militer di Suriah belum "dikesampingkan", tapi Inggris terus mendukung transisi damai di negara itu.
Menurutnya, bukan kebijakan Inggris untuk memasok senjata kepada pihak manapun di Timur Tengah. Tetapi, ia juga menambahkan, bahwa kaum oposisi Suriah telah menerima bantuan senjata dan membuat kemajuan di medan pertempuran.
"Kami akan terus memberikan bantuan praktis yang kuat, peralatan komunikasi dan, bantuan kemanusiaan," kata Hague, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari dailystar.
Inggris meminta berbagai pihak untuk memberikan dukungan pada kaum oposisi Suriah. "Saya berharap komunitas internasional akan memberikan lebih banyak dukungan kepada koalisi oposisi Suriah selama pertemuan di Marrakesh," lanjutnya.
Pada 12 Desember mendatang, koalisi oposisi Suriah akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah negara pendukung di Marrakesh, Maroko. Beberapa negara memang sudah jelas-jelas menyatakan dukungan bagi kaum pemberontak Suriah.
Namun, hingga kini kaum oposisi Suriah masih belum bersatu. Beberapa kelompok pemberontak menyatakan sikap tak setuju bergabung dengan koalisi oposisi dan menyebut koalisi oposisi bukanlah perwakilan resmi pemberontak Suriah.
Menurutnya, bukan kebijakan Inggris untuk memasok senjata kepada pihak manapun di Timur Tengah. Tetapi, ia juga menambahkan, bahwa kaum oposisi Suriah telah menerima bantuan senjata dan membuat kemajuan di medan pertempuran.
"Kami akan terus memberikan bantuan praktis yang kuat, peralatan komunikasi dan, bantuan kemanusiaan," kata Hague, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari dailystar.
Inggris meminta berbagai pihak untuk memberikan dukungan pada kaum oposisi Suriah. "Saya berharap komunitas internasional akan memberikan lebih banyak dukungan kepada koalisi oposisi Suriah selama pertemuan di Marrakesh," lanjutnya.
Pada 12 Desember mendatang, koalisi oposisi Suriah akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah negara pendukung di Marrakesh, Maroko. Beberapa negara memang sudah jelas-jelas menyatakan dukungan bagi kaum pemberontak Suriah.
Namun, hingga kini kaum oposisi Suriah masih belum bersatu. Beberapa kelompok pemberontak menyatakan sikap tak setuju bergabung dengan koalisi oposisi dan menyebut koalisi oposisi bukanlah perwakilan resmi pemberontak Suriah.
(esn)