Rusia: NATO melangkah ke dalam konflik Suriah
Sabtu, 08 Desember 2012 - 13:00 WIB
Rusia: NATO melangkah ke dalam konflik Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Rusia menuding NATO bergerak menuju keterlibatan dalam konflik Suriah. Tudingan ini dilontarkan Rusia, Jumat (7/12/2012), tiga hari setelah NATO menyetujui penempatan sistem rudal Patriot di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah.
"Ini bukan ancaman bagi kami, tapi ini merupakan indikasi bahwa NATO bergerak menuju keterlibatan dan hanya itu," kata Alexander Grushko, Duta Besar Rusia yang baru untuk NATO, seperti dikutip dari Reuters.
Rusia tetap mengecam penempatan rudal Patriot di wilayah Turki, meski NATO menjamin bahwa sistem pertahanan ini dimaksudkan untuk perlindungan dan bukan untuk menyerang negara lain.
"Kami melihat ancaman keterlibatan lebih lanjut dari NATO di Suriah, sebagai akibat dari beberapa provokasi beberapa atau beberapa insiden di perbatasan,” lanjutnya.
Penyataan Grushko ini berbeda dengan sikap yang ditunjukan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam pertemuan Menlu negara-negara NATO di Brussel, Belgia, Selasa lalu. Saat itu, Lavrov menyatakan kalau Rusia tidak akan mengajukan protes atas penyebaran rudal Patriot NATO di wilayah Turki.
Setelah sejumlah altileri dari perang saudara Suriah masuk ke wilayah Turki, permohonan penempatan sistem pertahanan rudal Patriot langsung dilayangkan Turki pada NATO. Walau mendapat sejumlah kecaman, NATO akhirnya menyetujui permintaan itu.
"Ini bukan ancaman bagi kami, tapi ini merupakan indikasi bahwa NATO bergerak menuju keterlibatan dan hanya itu," kata Alexander Grushko, Duta Besar Rusia yang baru untuk NATO, seperti dikutip dari Reuters.
Rusia tetap mengecam penempatan rudal Patriot di wilayah Turki, meski NATO menjamin bahwa sistem pertahanan ini dimaksudkan untuk perlindungan dan bukan untuk menyerang negara lain.
"Kami melihat ancaman keterlibatan lebih lanjut dari NATO di Suriah, sebagai akibat dari beberapa provokasi beberapa atau beberapa insiden di perbatasan,” lanjutnya.
Penyataan Grushko ini berbeda dengan sikap yang ditunjukan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam pertemuan Menlu negara-negara NATO di Brussel, Belgia, Selasa lalu. Saat itu, Lavrov menyatakan kalau Rusia tidak akan mengajukan protes atas penyebaran rudal Patriot NATO di wilayah Turki.
Setelah sejumlah altileri dari perang saudara Suriah masuk ke wilayah Turki, permohonan penempatan sistem pertahanan rudal Patriot langsung dilayangkan Turki pada NATO. Walau mendapat sejumlah kecaman, NATO akhirnya menyetujui permintaan itu.
(esn)