Rusia yakin, rezim Assad tak akan gunakan senjata kimia
Sabtu, 08 Desember 2012 - 10:00 WIB
Rusia yakin, rezim Assad tak akan gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Meski banyak negara merasa khawatir dengan kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad, namun Rusia mengaku yakin kalau Pemerintah Suriah tak akan menggunakan senjata kimia untuk memerangi kaum pemberontak.
"Kami mengamati dengan seksama situasi di Suriah dan jika kami melihat senjata kimia sedang dipindahkan di suatu tempat, kita akan membuat tindakan yang diperlukan untuk situasi ini,” Alexander Grushko, Duta Besar Rusia yang baru untuk NATO, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/12/2012).
Grushko mengaku, Rusia sudah mendapat jaminan dari Pemerintah Suriah soal hal ini. "Kami sudah berbicara dengan pihak yang mewakili pemerintah Suriah. Mereka sangat jelas menyatakan, bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memanfaatkan senjata kimia. Dan, senjata kimia itu berada di bawah kontrol stabil," kata Grushko, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Rusia itu.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) telah menyatakan rasa khawatirnya pada kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin NATO lainnya telah memperingatkan Pemerintah Suriah, bahwa menggunakan senjata kimia akan menyeberangi garis merah dan memiliki konsekuensi tersendiri.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 20 bulan. Selama kurun itu, sudah 40 ribu lebih korban tewas. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik di Suriah akan mereda.
"Kami mengamati dengan seksama situasi di Suriah dan jika kami melihat senjata kimia sedang dipindahkan di suatu tempat, kita akan membuat tindakan yang diperlukan untuk situasi ini,” Alexander Grushko, Duta Besar Rusia yang baru untuk NATO, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/12/2012).
Grushko mengaku, Rusia sudah mendapat jaminan dari Pemerintah Suriah soal hal ini. "Kami sudah berbicara dengan pihak yang mewakili pemerintah Suriah. Mereka sangat jelas menyatakan, bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memanfaatkan senjata kimia. Dan, senjata kimia itu berada di bawah kontrol stabil," kata Grushko, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Rusia itu.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) telah menyatakan rasa khawatirnya pada kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin NATO lainnya telah memperingatkan Pemerintah Suriah, bahwa menggunakan senjata kimia akan menyeberangi garis merah dan memiliki konsekuensi tersendiri.
Hingga kini, perang saudara di Suriah telah berlangsung selama 20 bulan. Selama kurun itu, sudah 40 ribu lebih korban tewas. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik di Suriah akan mereda.
(esn)