AS soroti kelompok Al-Nusra di Suriah
Jum'at, 07 Desember 2012 - 15:09 WIB
AS soroti kelompok Al-Nusra di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Keamanan Amerika Serikat (AS) berniat untuk memasukan kelompok fundamentalis Al-Nusra ke dalam daftar teroris versi AS. Pemilahan ini perlu dilakukan untuk membedakan organisasi teroris, dengan kelompok oposisi yang terang-terangan berusaha menggantikan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
“Kelompok fundamentalis Al-Nusra akan semakin menjadi sorotan bagi pemerintah Washington," ungkap Mark Toner, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jumat (7/12/2012).
Toner mengatakan, kelompok yang disinyalir memiliki hubungan dengan Al-Qaeda ini berjuang untuk mengulingkan pemerintahan Assad. Al-Nusra berulangkali mengklaim bertanggung jawab atas serangan aksi bom bunuh diri yang merebak di beberapa wilayah di Suriah, seperti di Damaskus dan Aleppo.
"Meski kelompok ini memiliki sedikit bagian untuk menentang Assad. Namun, kami tahu kelompok ini berkaitan dengan al-Qaeda. Mereka hanya mencoba mengambil keuntungan dari kekerasan yang telah terjadi sejak tahun lalu," terang Toner.
Toner menambahkan, kelompok ini bercita-cita mendirikan negara Islam, setelah pemerintahan otoriter Assad digulingkan dan menolak pemerintahan masa depan yang dipimimpin oleh gabungan dari kelompok oposisi Suriah. AS menilai, sikap tersebut tidak dapat diterima.
"Jelas, mereka tidak wewakili kehendak rakyat Suriah. Sementara penting bagi warga Suriah untuk mendapatkan sebuah pemerintahan yang dapat mewakili keinginan dan aspirasi mereka," Kata Toner.
“Kelompok fundamentalis Al-Nusra akan semakin menjadi sorotan bagi pemerintah Washington," ungkap Mark Toner, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jumat (7/12/2012).
Toner mengatakan, kelompok yang disinyalir memiliki hubungan dengan Al-Qaeda ini berjuang untuk mengulingkan pemerintahan Assad. Al-Nusra berulangkali mengklaim bertanggung jawab atas serangan aksi bom bunuh diri yang merebak di beberapa wilayah di Suriah, seperti di Damaskus dan Aleppo.
"Meski kelompok ini memiliki sedikit bagian untuk menentang Assad. Namun, kami tahu kelompok ini berkaitan dengan al-Qaeda. Mereka hanya mencoba mengambil keuntungan dari kekerasan yang telah terjadi sejak tahun lalu," terang Toner.
Toner menambahkan, kelompok ini bercita-cita mendirikan negara Islam, setelah pemerintahan otoriter Assad digulingkan dan menolak pemerintahan masa depan yang dipimimpin oleh gabungan dari kelompok oposisi Suriah. AS menilai, sikap tersebut tidak dapat diterima.
"Jelas, mereka tidak wewakili kehendak rakyat Suriah. Sementara penting bagi warga Suriah untuk mendapatkan sebuah pemerintahan yang dapat mewakili keinginan dan aspirasi mereka," Kata Toner.
(esn)