Afghanistan & Tajikistan gelar operasi anti narkoba
Jum'at, 07 Desember 2012 - 08:00 WIB
Afghanistan & Tajikistan gelar operasi anti narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan polisi khusus Afghanistan dan Tajikistan telah melakukan operasi besar pemberantasan narkoba. Operasi gabungan ini digelar sejak 29 November hingga 4 Desember.
“Operasi yang berlangsung selama 6 hari ini berlangsung sukses. Operasi ini dilaksanakan di Provinsi Badakhshan, sebelah Utara Afghanistan dan di Provinsi Khatlan, Tajikistan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Mohammad Ahmadi Baz dalam sebuah konferensi pers, Kamis (6/12/2012).
Dari operasi ini, sekitar 420 kg narkoba, termasuk heroin dan opium berhasil disita. Selain itu, 2 wanita Tajikistan yang diculik kelompok kriminal di Badakhshan, berhasil dibebaskan. "Para wanita itu sudah kami serahkan ke aparat Tajikistan, tak lama setelah kami berhasil membebaskan mereka," lanjutnya.
Operasi ini juga berhasil menahan 13 warga Afghanistan yang terlibat perdagangan narkoba. “Sudah jelas bahwa situasi di Afghanistan sangat serius dan mengkhawatirkan. Afghanistan masih berada di daftar teratas negara penghasil opium di dunia," kata Jean-Luc-Lemahieu, perwakilan Badan PBB untuk urusan narkoba dan kejahatan (UNODC).
Lemahieu menyerukan kerjasama yang lebih erat antara kedua negara dalam memerangi narkoba di wilayah tersebut. Sebuah laporan yang dirilis UNODC menyatakan, produksi opium di Afghanistan meningkat pada tahun ini.
“Operasi yang berlangsung selama 6 hari ini berlangsung sukses. Operasi ini dilaksanakan di Provinsi Badakhshan, sebelah Utara Afghanistan dan di Provinsi Khatlan, Tajikistan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Mohammad Ahmadi Baz dalam sebuah konferensi pers, Kamis (6/12/2012).
Dari operasi ini, sekitar 420 kg narkoba, termasuk heroin dan opium berhasil disita. Selain itu, 2 wanita Tajikistan yang diculik kelompok kriminal di Badakhshan, berhasil dibebaskan. "Para wanita itu sudah kami serahkan ke aparat Tajikistan, tak lama setelah kami berhasil membebaskan mereka," lanjutnya.
Operasi ini juga berhasil menahan 13 warga Afghanistan yang terlibat perdagangan narkoba. “Sudah jelas bahwa situasi di Afghanistan sangat serius dan mengkhawatirkan. Afghanistan masih berada di daftar teratas negara penghasil opium di dunia," kata Jean-Luc-Lemahieu, perwakilan Badan PBB untuk urusan narkoba dan kejahatan (UNODC).
Lemahieu menyerukan kerjasama yang lebih erat antara kedua negara dalam memerangi narkoba di wilayah tersebut. Sebuah laporan yang dirilis UNODC menyatakan, produksi opium di Afghanistan meningkat pada tahun ini.
(esn)