Raja Yordania kunjungi Tepi Barat
Kamis, 06 Desember 2012 - 22:15 WIB
Raja Yordania kunjungi Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com – Raja Yordania, Abdullah II mengunjungi Ramallah, Tepi Barat, Kamis (6/12/2012). Ini adalah kunjungan pertama seorang Kepala Negara ke wilayah Palestina, pasca peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, kunjungan Abdullah ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi Palestina. Kunjungan Abdullah ini cukup menarik perhatian dunia internasional, karena Yordania adalah sekutu Amerika Serikat dan memiliki hubungan damai dengan Israel.
Abdullah tiba di Ramallah dengan menumpang sebuah helikopter. Di Ramallah, Abdullah bertemu dengan Presiden Otoritas Palestian, Mahmoud Abbas. Abdullah tak mengeluarkan pernyataan apapun setelah pertemuannya dengan Abbas.
Meski Abdullah tak mengeluarkan komentar, namun Yordania sudah menyatakan sikap menentang rencana Israel membangun ribuan pemukiman di wilayah E-1.
"Dunia telah menolak pembangunan permukiman ini dan menyebutnya sebagai tindakan tidak konstruktif dan ilegal. Telah muncul kecaman dari berbagai negara untuk keputusan Israel ini," kata Menteri Luar Negeri Yordania, Nasser Joudeh kepada wartawan di Ramallah.
Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, kunjungan Abdullah ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi Palestina. Kunjungan Abdullah ini cukup menarik perhatian dunia internasional, karena Yordania adalah sekutu Amerika Serikat dan memiliki hubungan damai dengan Israel.
Abdullah tiba di Ramallah dengan menumpang sebuah helikopter. Di Ramallah, Abdullah bertemu dengan Presiden Otoritas Palestian, Mahmoud Abbas. Abdullah tak mengeluarkan pernyataan apapun setelah pertemuannya dengan Abbas.
Meski Abdullah tak mengeluarkan komentar, namun Yordania sudah menyatakan sikap menentang rencana Israel membangun ribuan pemukiman di wilayah E-1.
"Dunia telah menolak pembangunan permukiman ini dan menyebutnya sebagai tindakan tidak konstruktif dan ilegal. Telah muncul kecaman dari berbagai negara untuk keputusan Israel ini," kata Menteri Luar Negeri Yordania, Nasser Joudeh kepada wartawan di Ramallah.
(esn)