Palestina bersiap adukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional

Kamis, 06 Desember 2012 - 16:02 WIB
Palestina bersiap adukan...
Palestina bersiap adukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional
A A A
Sindonews.com – Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengaku ingin hidup dalam keamanan dan stabilitas dengan Israel. Tapi, rencana Israel untuk membangun pemukiman di wilayah E-1, bisa diartikan kalau negera Yahudi itu telah melanggar “garis merah”.

“Rencana Israel untuk membangun unit rumah baru di Jerusalem dan Tepi Barat, terutama di daerah yang dikenal sebagai E1, adalah melanggar garis merah. Sebab, hal itu akan membagi tanah Palestina,” kata Abbas di Ramallah, Tepi Barat, seperti dikutip dari Jpost, Rabu (5/12/2012).

Abbas mengatakan, Pemerintah Otoritas Palestina telah melakukan kontak dengan pihak internasional untuk mencegah Israel melaksanakan rencananya. "Jika itu terjadi (pembangunan pemukiman), kami akan tempuh semua metode yang sah dan legal," kata Abbas.

Pernyataan Abbas ini bisa diartikan, kalau Pemerintah Otoritas Palestina bisa saja membuat pengaduan tentang tindakan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (IIC). “Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk mencegah keputusan yang berbahaya," lanjutnya.

Menurutnya, hukum internasional melarang pendudukan dari mengambil tindakan apapun di tanah negara yang diduduki. "Kami adalah negara yang diduduki dan Konvensi Jenewa berlaku bagi Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota di Majelis Umum PBB," tandas Abbas.

Abbas mengungkapkan, bahwa saat ini Otoritas Palestina telah membentuk sebuah komite khusus untuk membahas masa depan Palestina. Ini adalah langkah lanjutan setelah keberhasilan mereka mendapatkan status di PBB.

“Komite ini akan membahas semua aspek hukum dan cara-cara untuk mengajukan permohonan keanggotaan dalam organisasi dan lembaga internasional,” ujarnya. Abbas mengatakan, bahwa keputusan untuk mengadu ke PBB tidak ditujukan delegitimasi atau mengisolasi Israel.

"Sebaliknya, kami ingin hidup dalam keamanan dan stabilitas dengan Israel," tegasnya. "Israel mengatakan, bahwa ini adalah tanah sengketa dan kami pergi ke PBB untuk menegaskan, bahwa ini adalah keadaan di bawah pendudukan dan dilarang untuk mengubah karakter demografis," tambah Abbas.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
29 menit yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
1 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
1 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
2 jam yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
3 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
3 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved